Sabtu , Desember 7 2019
Home / Hukum Kriminal / Oknum Kadis Perdagangan Lampung Tengah Diduga Terima Fee Proyek Hingga 20 Persen Lebih

Oknum Kadis Perdagangan Lampung Tengah Diduga Terima Fee Proyek Hingga 20 Persen Lebih

LAMPUNG1.COM, Lampung Tengah – Oknum Kadis Perdagangan Lamteng diduga memanfaatkan jabatan dan kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi atau golongan melalui “fee” proyek hingga 20 persen lebih dari rekanan, dalam pembangunan pasar rakyat di Kabupaten Lampung Tengah.

Hal tersebut diungkapkan salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya. Dirinya mengatakan, oknum Kadis Perdagangan Lamteng pada awal Januari Tahun 2019 ini, meminta secara langsung sejumlah uang hingga 250 juta rupiah, yang diduga sebagai maskawin untuk mendapatkan salah satu paket proyek tersebut.

Belakangan oknum Kadis yang bernama Edrin Indra Putra dinilai angat lihai dan cakap dalam melancarkan aksinya untuk menentukan dimana lokasi menerima setoran atau fee proyek tersebut dari calon mangsanya. Narasumber yang dimaksud, dihubungi oleh Edrin selaku Kuasa Penguna Anggaran (KPA) Dinas Perdagangan secara langsung, lalu menyepakati untuk bertemu di Printing salah satu kawasan Kemiling Kota Bandar Lampung. Setelah selang beberapa waktu dari memberikan uang sebagai maskawin, lalu dirinya disarankan oleh Edrin untuk berkomunikasi dengan seseorang yang bernama Edi, yang diduga asisten dan sekaligus keluarga dekat Edrin.

Kemudian komunikasi berlanjut melalui sang orang kepercayaan kadis, hingga dirinya mendapat paket proyek senilai 1,3 Milyar, terletak di Kecamatan Seputih Mataram Lamteng, yang kini sudah memasuki tahap terakhir atau yang biasa disebut dengan finishing.

Dalam mamanfaatkan jabatan dan kekuasaan, tentu saja bertentangan dengan Udangan- undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang- undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, seerti yang tertuang dalam Pasal 2 ayat 1 berbunyi “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 tahun penjara” lalu ayat 2 yang berbunyi ” Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan”.

Kabar tersebut membuat Ketua Forum Masyarakat Peduli Lampung Tengah (FMPLT) Cik Rustam angkat bicara. Cik Rustam sangat menyayangkan kabar yang beredar tersebut. Menurutnya, sangat tak layak seorang oknum Kepala Dinas melakukan komunikasi tentang setoran kepada calon pemenang tender sebuah paket proyek. Dia mengatakan, jika hal ini terus dibiarkan, maka lelang terbuka hanya slogan saja, alih- alih tipu daya oknum Kadis yang ingin meraup keuntungan pribadi.

“Sedangkan belum terhapus oleh ingatan publik, bahwa lamteng sangatlah terkenal dari sabang hingga marauke pada februari tahun lalu dengan pengungkapan beberapa kasus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diantaranya salah satu kasus tersebut adalah Fee proyek yang juga hampir melibatkan seluruh pejabat Lampung Tengah, apa lagi beberapa hari terahir KPK kembali melakukan OTT di kabupaten Lampung Utara (Lampura) terkait Fee proyek Dinas Perdagangan dan PUPR Lampura,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, selain melanggar Undang-Undang, meminta setoran kepada calon pemenang tender pasti akan menimbulkan banyak dampak negatif kepada kualitas dan kuantitas proyek.
Cik Rustam mengaku tak akan tinggal diam dengan dugaan tersebut, dirinya akan melakukan koordinasi dengan pihak penegak hukum dan meminta Bupati Lamteng untuk menindak tegas bawahannya jika memang terbukti bersalah.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perdagangan Lamteng Edrin Indra Putra SE, belum memberikan keterangan pasti, bahkan tim media yang sudah mencoba untuk bertemu meminta keterangan malah mendapatkan kata-kata menantang.

“Saya tidak takut diberitakan, silahkan saja”, ujar Edrin. (Red)

4,205 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Kapolsek Bumi Agung Terima “Kado” Senpi Rakitan

LAMPUNG1.COM, Kepala Desa Donomulyo, Mulyani, menyerahkan Senjata Api (Senpi) Rakitan berikut 2 butir peluru, ke …

One comment

  1. kereeen, maju terus jangan sampe mundur…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!