Senin , Desember 9 2019
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Koni Dukung Percasi Adakan Turnamen Catur

Koni Dukung Percasi Adakan Turnamen Catur

LAMPUNG1.COM, Kota Metro – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Metro, Ampian Bustami, meminta Percasi Kota Metro adakan Turnamen tetap Catur Se-Lampung. “Saya dukung Percasi adakan Turnamen, silahkan ajukan kegiatannya, itu sarana meningkatkan prestasi atlet, apalagi animo masyarakat terhadap Catur tinggi” katanya saat beramah-tamah dengan pengurus Percasi Kota Metro di Pondok 21, Metro Timur, Kamis (28/11/2019).

Perihal minimnya dana pembinaan Percasi Kota Metro, Ampian mengakui KONI akan melakukan lobi kepada Pemkot Metro. “Saat ini KONI tidak lagi mengelola dana pembinaan atlet, saya prihatin, bahwa atlet dan pelatih butuh suplemen untuk menghadapi pertandingan, tapi anggaran yang diberikan Pemkot Metro memang kecil, itupun dikelola Disbudpadpora, tapi untuk peningkatan ke Percasi kami akan bantu kordinasi dan loby Pemkot,” terangnya.

Anggaran Percasi Kota Metro diketahui hanya Rp.7 juta per tahun. Dana tersebut termasuk untuk kegiatan organisasi, akomodasi pertandingan, pembinaan atlet, kesekretariatan, dan kepelatihan.

Anna Morinda, Ketua Percasi Kota Metro, mengungkapkan sebelumnya anggaran pembinaan Percasi Kota Metro bahkan hanya Rp. 5 juta pertahun. “Walaupun jauh dari cukup, anggaran Rp. 7 juta saat ini sudah meningkat, dulu cuma Rp. 5 juta. Bahkan 2017 kita gelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) dengan dana gotong royong, tidak ada dari Pemkot Metro,” katanya.

Prestasi atlet Percasi Metro tergolong baik. Terbaru, atlet Percasi Metro mampu menyabet anugerah Pemain Terbaik Lampung dalam Turnamen skala Nasional yang diadakan Puslatpurmar-8 Teluk Ratai, Lampung. “Dulu sebelum catur dicoret dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) atlet junior binaan kita selalu memperoleh emas diajang O2SN, Kevin, Rama, Wahyu, mayoritas mereka berprestasi baik, tapi saat ini untuk intens berlatih sulit karena memang dana kepelatihan tidak ada, sayang karena mereka atlet masa depan Kota Metro” ungkap Mandarisma, Koordinator Bina Prestasi (Bimpres) Percasi Metro.

Mandarisma berharap, Pemerintah Kota Metro mau terlibat aktif terhadap pembinaan atlet. “Kami minta Pemkot memikirkan pembinaan atlet, ikut partisipasi, jika atlet berprestasi maka Metro juga berprestasi, begitu sebaliknya,” kata Mandarisma.

Jika dibandingkan dengan usaha agrobisnis, dana pembinaan tersebut lebih kecil dari biaya penggemukan dua ekor Sapi potong. Satu ekor uang pakan sapi potong adalah Rp300 ribu perbulan, maka pengeluaran pakan dua Sapi untuk satu tahun adalah Rp. 7,2 juta. Persoalanya atlet adalah manusia, memanusiakan atlet adalah tanggungjawab Pemerintah Daerah, tempat dimana atlet mengorbankan waktu dan tenaga demi menciptakan nama baik daerah. (red)

1,652 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Ketua DPRD : “Angka Kriminalitas Di Metro Harus Di Tekan”

LAMPUNG1.COM, Ketua DPRD Tondi MG Nasution berharap Kapolres Kota Metro yang baru, memiliki terobosan untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!