Sabtu , Maret 28 2020
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Pangeran Alprince Syah Pernong Bersama Ratu Mas intan Dalom Hadiri Perayaan Imlek Nasional di Tangerang Selatan

Pangeran Alprince Syah Pernong Bersama Ratu Mas intan Dalom Hadiri Perayaan Imlek Nasional di Tangerang Selatan

LAMPUNG1.COM, Tangerang Selatan – Pangeran Alprince Syah Pernong dan Ratu Mas Inton Dalom menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional yang dihelat di ICE BSD, Kota Tangerang Selatan, Kamis (30/1/2020).

Kehadiran pangeran dan ratu mewakili Sultan Kepaksian Pernong Sekala Brak SPDB Pangeran Edward Syah Pernong Gelar Sultan Skala Brak yang dipertuan Ke-23 sebagai bentuk apresiasi dan kecintaan terhadap persatuan bangsa.

Dalam acara tersebut hadir Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian .

Pada kesempatan itu, pangeran Alprince sempat bertemu dan bertegur sapa dengan Mendagri Tito Karnavian, salah satu focus yang sering didiskusikan mereka yakni tentang cinta cita putra mahkota Kepaksian Skala Brak ini .

Mantan Kapolri ini selalu bertanya mengapa pangeran ini menjadi TNI padahal ayahnya adalah seorang polisi.

Pangeran selalu menjawab bahwa polisi adalah pembela rakyat sedangkan TNI pembela Negara.

“Makanya saya ingin membela Negara”

Dalam acara tersebut juga seluruh keluarga pungsunya yang berasal dari Lampung datang menemui pangeran. Hal tersebut menjadi suatu hal yang dihanggumkan.

“Betapa kita bisa menunjukan kepada para kerabat dan keraton disana bagaimana Lampung menata identitasnya, bagaimana Lampung menata keberagamannya, bagaimana mengelola persauannya,” ujarnya.

Setiap yang dari Lampung menyapa “hai pangeran” dan pangeran kembali menyambut sapaan dengan ramah.

“Artinya hubungan persaudaraan yang digulirkan sebagai keluarga Skala Brak bukan sebatas seremonial sebagai pertunjukan saja, tetapi betul betul menjadi implementasi kehidupan yang terus bergulir dari masa kemasa,” tambahnya.

“Jadi bentuk persaudaraan, bukan persaudaraan tonil yang selesai apabila selesai setelah cerita di tutup . Ada raja tonil yang berakhir kerajaannya setelah cerita selesai dibacakan, dan juga Istana tonil yang demikian juga berakhir saat cerita selesai . Tapi ini kan tidak, sebagai bentuk hubungan keadatan yang dipiara, sebagi alat pegang pakai yang dijaga .
Dia dipegang karena kearifan lokal, dipegang karena kepatutan yang selama ini dipercaya sebagai sebuah nilai yang terus dilestrarikan dan akan terus dipakai,” imbuhnya.

Menurutnya, Imlek nasional merupakan moment untuk menunjukkan betapa kuatnya rasa keberagaman dan kebangsaan di Indonesia. (Red)

About admin

Check Also

Satgas Gunakan Senso Layaknya Tukang Sungguhan

LAMPUNG1.COM, Kapuas – Seolah tukang senso ataupun tukang kayu sungguhan Satgas TMMD begitu cekatan ketika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *