Senin , Juli 18 2022
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Nelayan Lampung Kecewa Pertemuan Dengan Menteri Perikanan dan Kelautan

Nelayan Lampung Kecewa Pertemuan Dengan Menteri Perikanan dan Kelautan

LAMPUNG1.COM – Nelayan Lampung merasa kecewa dan tidak puas hasil pertemuan nasional dengan Meteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Nelayan Lampung yang diwakili Lukman dan Sultani nelayan dari Kuala Teladas Kabupaten Tulang Bawang, Endang nelayan dari Sungai Burung Kabupaten Tulang Bawang, Miswan nelayan dari Margasari Kabupaten Lampung Timur dan dan Ahmad Zainudin nelayan dari Kabupaten Lampung Tengah serta perwakilan dari Pemerintah kabupaten Tulang Bawang Kasi Pengembangan Usaha, Kenelayanan, Pengelolaan dan Pengendalian Sumber Daya Ikan Eka Saputra A.S.Kel dan Rizani dari Mitra Bentala sebagai pendamping pada acara tersebut. Selain nelayan dari Lampung juga hadir nelayan dari Pulau Jawa, nelayan dari Povinsi Sulawesi dan nelayan dari provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:  Polri Anggota Satgas TMMD-110/Kodim 1206 Putussibau Antarkan Logistik

Pertemuan nelayan dengan berbagai stakeholder di bidang perikanan itu berlangsung dari tanggal 2-3 Maret 2020 di Gedung Kementrian Kelautan dan Perikanan di Jakarta diikuti lebih dari 500 orang peserta. Kekecewaan khususnya nelayan dari Lampung terkait dengan agenda acara yang tidak sesuai dengan harapan mayoritas nelayan. Nelayan berharap keluhan-keluhan para nelayan tradisional yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan serta harapannya kepada menteri secara langsung tidak terjadi.

Padahal agenda utama acara tersebut adalah membahas tentang perikanan yang berkelanjutan seperti penangkapan rajungan dan ikan demikian yang disampaikan oleh Sultani dari nelayan Kuala Teladas dari Kabupaten Tulang Bawang. Dan pada pertemuan itu tidak menyinggung persoalan jenis alat tagkap yang dilarang , yang merusak ekositem pesisir seperti alat tangkap Trawl, Cantrang, pengeboman dan putasium. Sedangkan di Lampung terutama di Tulang Bawang, Lampung Timur dan Lampung Tengah marak praktek penangkapan yang tidak ramah lingkungan dan tentunya berpengaruh terhadap perikanan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Dansatgas dengan Khidmat Dengarkan Khotbah Jumat

Perlu diketahui bahwa Provinsi Lampung menjadi salah satu andalan Negara Indonesia secara nasional penyumbang untuk produksi perikanan rajungan. Rajungan-rajungan tersebut berasal dari hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Timur dan Lampung Tengah.

Rizani Manajer Advokasi dan Kajian dari Mitra Bentala menyampaikan juga bahwa mestinya dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten di Lampung merespon dengan cepat keluhan dan keinginan para nelayan terkait dengan perikanan yang berkelanjutan. Persoalan masih maraknya praktek penagkapan ikan dan rajungan yang tidak ramah lingkungan di Lampung harus menjadi perhatian serius agar Lampung yang menjadi andalan secara nasional untuk hasil tangkapan rajungan terbesar tetap terjaga.

BACA JUGA:  TMMD 110 Tambakrejo, TNI Bojonegoro Anjangsana Ke Rumah Lasmi

Lukman nelayan dari Kuala teladas berharap pemerintah harus tegas dengan masih maraknya penagkapan ikan dengan menggunakan trawl. Karena alat tangkap ini akan membunuh kehidupan nelayan tradisional semua jenis biota laut yang kecil ikut terangkat dan terumbu karang tempat hidup biota laut juga rusak. Makin hari hasil tangkapan kami sebagai nelayan terus menurun, dulu sekitar tahun 1994-1996 kami merasakan sering yang namanya panen raya, tetapi saat ini tidak dijumpai lagi akibat maraknya penagkapan ikan yang tidak rama lingkungan. (Red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

DPD II Partai Golkar Tuba Gelar Rakoor Persiapan Verifikasi Parpol

LAMPUNG1.COM,┬áTulang Bawang – DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Tulangbawang melakukan rapat koordinasi persiapan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.