Minggu , Januari 23 2022
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Nelayan Lampung Kecewa Pertemuan Dengan Menteri Perikanan dan Kelautan

Nelayan Lampung Kecewa Pertemuan Dengan Menteri Perikanan dan Kelautan

LAMPUNG1.COM – Nelayan Lampung merasa kecewa dan tidak puas hasil pertemuan nasional dengan Meteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Nelayan Lampung yang diwakili Lukman dan Sultani nelayan dari Kuala Teladas Kabupaten Tulang Bawang, Endang nelayan dari Sungai Burung Kabupaten Tulang Bawang, Miswan nelayan dari Margasari Kabupaten Lampung Timur dan dan Ahmad Zainudin nelayan dari Kabupaten Lampung Tengah serta perwakilan dari Pemerintah kabupaten Tulang Bawang Kasi Pengembangan Usaha, Kenelayanan, Pengelolaan dan Pengendalian Sumber Daya Ikan Eka Saputra A.S.Kel dan Rizani dari Mitra Bentala sebagai pendamping pada acara tersebut. Selain nelayan dari Lampung juga hadir nelayan dari Pulau Jawa, nelayan dari Povinsi Sulawesi dan nelayan dari provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:  Ribuan Tamu Undangan Hadiri Halal Bihalal Pemkab Lambar

Pertemuan nelayan dengan berbagai stakeholder di bidang perikanan itu berlangsung dari tanggal 2-3 Maret 2020 di Gedung Kementrian Kelautan dan Perikanan di Jakarta diikuti lebih dari 500 orang peserta. Kekecewaan khususnya nelayan dari Lampung terkait dengan agenda acara yang tidak sesuai dengan harapan mayoritas nelayan. Nelayan berharap keluhan-keluhan para nelayan tradisional yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan serta harapannya kepada menteri secara langsung tidak terjadi.

Padahal agenda utama acara tersebut adalah membahas tentang perikanan yang berkelanjutan seperti penangkapan rajungan dan ikan demikian yang disampaikan oleh Sultani dari nelayan Kuala Teladas dari Kabupaten Tulang Bawang. Dan pada pertemuan itu tidak menyinggung persoalan jenis alat tagkap yang dilarang , yang merusak ekositem pesisir seperti alat tangkap Trawl, Cantrang, pengeboman dan putasium. Sedangkan di Lampung terutama di Tulang Bawang, Lampung Timur dan Lampung Tengah marak praktek penangkapan yang tidak ramah lingkungan dan tentunya berpengaruh terhadap perikanan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Kadis PUPR Lampura Terindikasi Korupsi Dan Menghambat Pembangunan 2018, Rekanan Berikan Somasi

Perlu diketahui bahwa Provinsi Lampung menjadi salah satu andalan Negara Indonesia secara nasional penyumbang untuk produksi perikanan rajungan. Rajungan-rajungan tersebut berasal dari hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Timur dan Lampung Tengah.

Rizani Manajer Advokasi dan Kajian dari Mitra Bentala menyampaikan juga bahwa mestinya dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten di Lampung merespon dengan cepat keluhan dan keinginan para nelayan terkait dengan perikanan yang berkelanjutan. Persoalan masih maraknya praktek penagkapan ikan dan rajungan yang tidak ramah lingkungan di Lampung harus menjadi perhatian serius agar Lampung yang menjadi andalan secara nasional untuk hasil tangkapan rajungan terbesar tetap terjaga.

BACA JUGA:  Personil Satgas TMMD Ke 110 Kodim 1206/PSB Dengan Warga Dusun Tintin Kemantan Mendaki Ke Bukit Datuk

Lukman nelayan dari Kuala teladas berharap pemerintah harus tegas dengan masih maraknya penagkapan ikan dengan menggunakan trawl. Karena alat tangkap ini akan membunuh kehidupan nelayan tradisional semua jenis biota laut yang kecil ikut terangkat dan terumbu karang tempat hidup biota laut juga rusak. Makin hari hasil tangkapan kami sebagai nelayan terus menurun, dulu sekitar tahun 1994-1996 kami merasakan sering yang namanya panen raya, tetapi saat ini tidak dijumpai lagi akibat maraknya penagkapan ikan yang tidak rama lingkungan. (Red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Hotel Grand View 99 Diduga Lakukan Kegiatan Ilegal

lampung1.com,Batam- Hotel Grand View 99 yang berada di kompleks Gading Mas Sungai Panas Kota Batam,diduga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *