Senin , Januari 17 2022
Home / Hukum Kriminal / Oknum ASN Diskominfo Lampung Utara Diduga Palsukan Rekening Media Online

Oknum ASN Diskominfo Lampung Utara Diduga Palsukan Rekening Media Online

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara – Dugaan pemalsuan data media penerima aliran dana advetorial (MoU) dan pemalsuan rekening seorang wartawan yang diduga dilakukan oknum ASN Dinas Kominfo Lampura makin menguat.

Dugaan ulah nakal oknum ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Utara ini menguat setelah diketahui mencatut beberapa nama media online, diantaranya suluh.co, sulug.co, newslintas SKM, news.co, hukumdinamika.id, dengan dalih sebagai penerima pembayaran kerjasama yang mencapai puluhan juta rupiah melalui KC (Kantor Cabang) Bank Lampung Kotabumi.

Hal ini diungkap salah satu sumber wartawan NK yang namanya diduga dipakai untuk penarikan dan dipalsukan identitasnya, NK sangat terkejut saat akan membuat rekening di Bank Lampung teryata namanya sudah terdaftar dan terdapat buku tabungan atas namanya pada bank tersebut, Jumat, (24/4/2020).

BACA JUGA:  Bupati Pesibar Buka Acara Webinar Pelatihan Virtual Kewirausahaan UMKM

NK menjelaskan detail masalah penarikan dana yang dicairkan Bank Lampung yang menggunakan namanya.

“Saya heran saja, kok bisa oknum ASN Dinas Kominfo memalsukan buku rekening saya, sedangkan saya belum pernah membuat rekening tabungan di Bank Lampung, dan saya ketahui saat saya akan membuat rekening untuk pencairan di DPRD Lampura”, ujarnya.

Masih menurut NK, saat menerima nomor giliran untuk membuat rekening tabungan, salah satu karyawan Bank Lampung mengatakan bahwa sudah ada rekening atas namanya.

“Oleh sebab itu, saya siap untuk memberikan kesaksian seandainya nanti ada salah satu media yang akan mengadukan oknum ASN tersebut dan menjelaskan permasalahan ini demi menjaga nama baik saya atas ulah tidak bertanggungjawab oknum ASN tersebut”, tegasnya.

“Saya makin kaget saat menerima copyan rekening koran dari bank yang tertera nama saya dan nominal dana yang telah saya terima berkisar Rp 58,55,377,00 juta rupiah,” dia menambahkan.

BACA JUGA:  Kota Metro Realisasikan 89 % APBD Tahun 2016

NK mengaku belum mengetahui pasti siapa dalang dibalik pemalsuan rekening dirinya. Namun NK yakin bahwa pelaku adalah oknum ASN dilingkungan Dinas Kominfo periode 2019

“Sangat fantastik nominal dana yang ditarik dari rekening palsu atas nama saya, terkait siapa oknum yang menjadi pelaku saya belum tau yang pasti ASN di lingkungan dinas Kominfo periode 2019,” ujar NK.

Sementara, Ketua DPC AWPI Lampura Deferi Zan saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, dengan tegas meminta PLT Bupati Lampung Utara Budi Utomo selaku kepala daerah untuk memerintahkan PLT Kepala Dinas Kominfo Sanni Lumy mengecek serta menindaklanjuti temuan dugaan pemalsuan data media dan dugaan mark up pada dinas yang dipimpinnya.

BACA JUGA:  Terdampak PPKM Level 4, Kampung Nelayan Menerima Bansos Dari Polda Lampung

“Kalau terus dibiarkan maka akan merusak nama dan merugikan perusahaan yang dicatut atau dipalsukan namanya oleh oknum ASN tersebut, sedangkan nilai media online di Lampura perbulan rata-rata hanya berkisar Rp.3 Juta sampai Rp.5 Juta pertahun setiap media online yang terdaftar dikominfo saat itu, dan ini jelas bahwa oknum ASN tersebut telah menyalahgunakan jabatannya dan melanggar hukum, untuk itu saya meminta PLT Bupati Budi Utomo segera bertindak sebab peristiwa ini jelas-jelas telah merugikan keuangan negara puluhan juta rupiah,” tegas Deferi.

Kepada pihak aparat penegak hukum, Deferi meminta segera melakukan penyelidikan atas dugaan pemalsuan ini.

Sampai berita ini dirilis dan diterbitkan, Kadis Kominfo Sanni Lumy yang akan dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya sedang tidak aktif. (Red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Kembali Kejayaan, BMI Pesawaran Lahirkan Bintang Volly Ball Putra

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Dewan Pimpinan Cabang Banteng Muda Indonesia (DPC BMI) Kabupaten Pesawaran kembali melahirkan bintang atlit …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *