Jumat , Desember 3 2021
Home / Peristiwa / ASN Pesawaran Terlibat Kasus Narkoba, Fauzi Malanda : Pemimpin Kabupaten Ini Kurang Peduli

ASN Pesawaran Terlibat Kasus Narkoba, Fauzi Malanda : Pemimpin Kabupaten Ini Kurang Peduli

LAMPUNG1.COM, BANDAR LAMPUNG – Fauzi Malanda selaku ketua umum Brantas Narkoba dan Maksiat -RI (BNM-RI),terkait Persoalan ASN dinas PU Pesawaran,yang diamankan Direktorat Narkoba Polda Lampung atas penyalahgunaan Narkoba yang telah di bebaskan Pihak Kepolisian.

Fauzi melihat personal Oknum Yang menggunakan Narkoba Di Lingkungan ASN Pesawaran, Dapat saya katakan bahwa Para Pimpinan di Kabupaten ini Kurang Peduli.

” Dalam Pengawasan Khusus di lingkungan Pemda Pesawaran, yang Seharusnya terus memperhatikan Seluruh Karyawan dan Lakukan secara rutinitas Pemeriksaan Urin dengan melibatkan BNM/KEPOLISIAN Serta menghadirkan Pengawasan Independen yang konsenterasi Dengan Penggiat Narkoba ,” katanya melalui pesan WhatsApp, Jum’at (24/4) .

Pihaknya juga menegaskan bahwa pimpinan di Pesawaran harus tegas lakukan Tindakan terhadap oknum Pemakai tersebut, tentunya berdasarkan peraturan kepegawaian yang ada.

” Jika ini tidak segera di laksanakan Sanksi oleh kepala daerah, dapat diduga Pimpinan Seperti ini kurang niatnya untuk ikut berantas Narkoba. Selaku ketua BNM RI, menghimbau kepada masyarakat pemimpin daerah yang tidak berkomitmen memberantas narkoba, jangan dipilih lagi sebagai calon kepala daerah yang tak perduli dengan pemberantasan Narkoba ,” tandasnya .

BACA JUGA:  Didominasi Emak-emak, PKTD Gebang Bersih-bersih Sungai

Merujuk pada halaman resmi Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menyebutkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) yang mendapat vonis pidana di atas 2 tahun karena terlibat narkoba, harus siap dipecat.

Kebijakan itu sesuai dengan Undang Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS), Nomor 5/2014. UU ASN itu berbeda dengan aturan sebelumnya. Dalam aturan yang baru lebih tegas dalam memberikan sanksi bagi ASN yang terlibat pidana.

Bagi ASN yang terlibat Narkoba, bisa dijatuhi hukuman disiplin berat, karena merupakan pelanggaran terhadap Pasal 10 angka 2 dan angka 4, peraturan pemerintah (PP) Nomor 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sebelumnya diberitakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung melalui Bidang rehabilitas Resti membenarkan bahwa Dopan Affandi ASN Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dan dinyatakan positif hasil tes urin kini sedang direhabilitasi.

BACA JUGA:  Ciptakan Lingkungan Ibadah Nyaman, Satgas TMMD Bojonegoro Getol Bersih Bersih Masjid Al Munir

” iya benar mbak ada dan kini sedang melakukan rehab jalan,” katanya melalui pesan WtatsApp kepada Medinas Lampung. Rabu (22/4)

Saat ditanya berapa lama proses rehabilitasi akan berlangsung, pihaknya mengatakan melihat perkembangan.

” Ya, lamanya melihat perubahan prilakunya,” tambahnya.

ebelumnya, Sekretaris daerah kabupaten Pesawaran Kusuma Dewangsa angkat bicara terkait status positif narkoba salah satu ASN Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pesawaran berdasarkan keterangan yang katakan Direktorat Reserse Narkoba.

Pihaknya mengatakan akan melakukan pendisiplinan terhadap pelaku.
” Kalo itu benar terjadi dan hanya pemakai bukan pengedar maka sangsinya sesuai ketentuan undang-undang, misal penundaan kenaikan pangkat, pemotongan gaji, dll,” katanya saat dihubungi melalui sambungan tlp. Senin (20/4)

BACA JUGA:  Berkat TMMD, Warga Menikmati Berkah Hasil Kebersamaan

Diketahui, Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Narkoba melakukan penangkapan ASN dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pesawaran bernama Dopan Affandi, dan kedua rekannya Fery dan Ganda. Penangkapan diduga karena kepemilikan Narkoba, lokasi penangkapan di Negeri Sakti, Gedung Tataan Pesawaran Selasa malam (14/4).

Menanggapi Hal tersebut Direktur reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Lampung melalui Kasubdit III menjelaskan bahwasanya pembebasan dilakukan karena tidak ada barang bukti saat penangkapan berlangsung.

” Tidak ada barang bukti saat penangkapan, kalo urin positif tapi itukan tidak bisa dijadikan alat bukti, sehingga dalam waktu 3 x 24 jam kami pulangkan ke keluarga,” katanya. Senin (20/4).

Dirinya juga menambahkan juga bahwa Ditnarkoba juga sudah merekomendasikan yang bersangkutan untuk direhabilitasi.

” Sudah kami buatkan surat untuk di rehabilitas ke BNM provinsi Lampung,” tambahnya. (Virgo/ medinas)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Bupati Lampung Timur Siapkan Bantuan Pelayanan Medis Bagi Pasangan Lansia Di Metro Kibang

LAMPUNG1.COM, Kondisi kesehatan yang sangat memperihatinkan pasangan lansia di wilayah Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PEMBANGUNAN DESA SUKAJAYA LEMPASING