Selasa , Desember 7 2021
Home / Nasional / Ibadah Jumat Terakhir Satgas TMMD Reguler Pekalongan di Pantirejo Kesesi

Ibadah Jumat Terakhir Satgas TMMD Reguler Pekalongan di Pantirejo Kesesi

LAMPUNG1.COM, Pekalongan – Masjid Nurul Huda yang berada di Dukuh Sutosari, adalah satu-satunya masjid yang ada di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, sehingga dengan keberadaan anggota Satgas TMMD Reguler 107 Kodim 0710 Pekalongan yang sudah 25 hari dari 30 hari bertugas, jelas memberikan warna tersendiri dalam barisan jamaah sholat.

Dipimpin Imam sekaligus Khatib, Jahidin (48), tokoh agama asal Dukuh Jlubang, Pantirejo, tampak kebersamaan aparat negara tersebut dengan warga sasaran pembangunan TMMD. Jumat (10/4/2020).

Disampaikan dan SSK Satgas TMMD, Letda Infantri Suryono, bahwa inilah ibadah Jumat terakhir dari anggota Satgas TMMD di Pantirejo. Pasalnya, hari Selasa 14 April 2020 nanti, adalah hari dimana mereka resmi mengakhiri tugasnya untuk membangun infrastruktur umum masyarakat dan mengentaskan 10 orang warga kurang mampu untuk memiliki rumah sehat dan layak (rehab RTLH).

BACA JUGA:  Anggota Satgas TMMD Ke- 110 Kodim Bojonegoro Bantu Marbot Bersihkan Masjid Nurul Hidayah

“Sejumlah anggota Satgas TMMD tetap melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah dengan masyarakat, sebagai motivasi kepada mereka terkait pandemi virus corona,” ucapnya.

Anggota Satgas TMMD sendiri tak ingin terlihat menjaga jarak terlalu jauh dengan masyarakat setempat.

“Selepas ibadah berjamaah, saya sampaikan kepada masyarakat melalui pengeras suara, agar mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir atau dengan hand sanitizer. Termasuk untuk sementara waktu mengurangi berjabat tangan, itu semua untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Pasca TMMD, TNI dan Warga Terus Bersinergi

Suryono berharap, agar jamaah masjid tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat tersebut, sebelum vaksin virus corona ditemukan.

“Kita menyampaikannya secara hati-hati dan humanis agar masyarakat tergerak untuk mengikutinya. Masyarakat harus paham bahwa jika satu orang terkena virus ini, maka satu keluarga dan masyarakat bisa terkena dampaknya,” pungkas Suryono.

Sementara disampaikan Jahidin (48), Imam sekaligus Khatib, mewakili warga Pantirejo, dirinya berterima kasih atas pembangunan yang telah diberikan di desanya, baik itu infrastruktur, olahraga, kesehatan, pendidikan, spiritual, dan juga kedekatan.

BACA JUGA:  DPPA melaksanakan Peringatan Hari Ibu Ke-92 Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2020

Tak lupa juga apresiasi terhadap semangat TNI yang masih membudayakan ibadah berjamaah di masjid dengan kewaspadaan terhadap covid-19.

Di akhir penyampaiannya, Imam Jahidin, mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memohon kepada Tuhan YME, agar wabah tersebut segera diangkat dari bumi Indonesia.

Tak lupa ia mengajak agar masyarakat lebih aktif partisipasinya dalam membantu TNI di sisa waktu pelaksanaan program pembangunan. (red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

K-9 Bea Cukai Amankan Pelaku Penyelundupan Sabu

LAMPUNG1.COM, Batam – K-9 Bea Cukai Batam kembali berhasil mengamankan seorang penumpang Kapal Motor (KM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PEMBANGUNAN DESA SUKAJAYA LEMPASING