Rabu , September 23 2020
Home / Inspirator / Belajar Kreatif dan Inovatif dari Agus Setiana

Belajar Kreatif dan Inovatif dari Agus Setiana

Oleh: Dhani

LAMPUNG1.COM, Agus Setiana, S. Ag., MSI, adalah sosok praktisi pendidikan yang sangat kreatif dan menyenenangi pekerjaannya. Pria asal Kota Tasikmalaya ini sehari-harinya bekerja sebagai dosen di STAI Miftahul Ulum, Kabupaten Tasikmalaya.

Selain sebagai dosen, Agus juga mengajar di Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah, Kota Tasikmalaya. Beliau juga bekerja sebagai Penyuluh Agama (honorer) di Kantor Urusan Agama (KUA) Cipedes, Kementerian Agama Kota Tasikmalaya.

Agus juga sibuk mengelola Yayasan Pendidikan Nurul Hidayah, Kota Tasikmalaya yang setiap harinya berkecimpung dengan dunia Pendidikan.
Rutinitas yang dikerjakannya adalah mengajar dari satu tempat ke tempat lainnya. Tentu banyak waktu yang dihabiskannya selama dalam perjalanan. Namun beliau tetap semangat dan tak pernah mengeluh.

Ketika dunia sedang dilanda wabah pandemic covid-19, imbasnya terasa kemana-mana, termasuk dunia pendidikan. Sekolah diliburkan dan semua kantor tutup. Tentu saja Agus pun terpaksa bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sesuai dengan saran pemerintah.

Alhamdulillah berkat memiliki bakat terpendam di bidang pertanian dan perikanan, Agus menyibukkan diri dengan kegiatan bercocok tanam dan berternak ikan.

Metoda yang digunakan Agus sangat efektif dan kreatif. Ia menggunakan metode budidaya ikan dan pertanian dalam satu media yang bisa dikelola tanpa harus memerlukan lahan yang luas sehingga hasilnya minimal mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya sehari-hari.

Agus mengembangkan budidaya ikan lele dengan sistem biovlok dalam ember besar berkapasitas sekitar 70 liter air. Lalu tempat tersebut di isi oleh ikan lele sebanyak 50-70 ekor. Kemudian di atasnya dibuat media pertanian tumpang sari menanam tanaman kangkung yang akan mengambil nutrisi dari air kotoran ikan lele tersebut.

Salah satu cara agar ikan lele tidak loncat keluar atau dimakan kucing, Agus menggunakan ram kawat dibagian atas ember. Kemudian dibuatkan saluran pembuangan air limbah ikan lele. Setiap 1- 2 minggu sekali, air dalam ember diganti dengan air baru.

Jenis ikan lain pun ternyata bisa dibudidayakan dengan sistem tersebut. Cuma kalau ikan lele daya tahannya lebih baik. Ikan ini sudah teruji mampu hidup di air yang terbatas dalam jumlah banyak.

Sementara itu untuk tanaman sayuran, selain kangkung ternyata bisa juga dengan tanaman lain seperti tomat, bayam, dan tanaman lainnya.

“Melihat situasi sekarang itu sangat memprihatinkan. Masyarakat banyak yang susah dan hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah dengan hanya menunggu. Oleh sebab itu saya mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang positif,” tutur Agus.

Apa yang telah Agus lakukan selama ini, kemudian ia tularkan kepada masyarakat. Lalu ia berikan edukasi cara menerapkannya. Ia juga mengajarkan bagaimana cara memanfaatkan barang-barang bekas seperti ember bekas dan cup air mineral dalam kemasan bekas sebagai media tanaman kangkung.

Alhamdulillah niat baik Agus mendapat respon yang sangat luar biasa sekali dari masyarakat seputar Jl. Cinehel, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya sehingga banyak masyarakat yang minta dibimbingnya.

Saking banyaknya masyarakat yang minta bantuan membuat Agus sampai kewalahan. Oleh sebab itu ia membentuk suatu komunitas “Peduli Ketahanan Pangan Masyarakat”.

Menurut R. Moch. Agus Ramdhan yang menjabat sebagai Ketua Bidang Seni, Budaya, Olahraga dan Pariwisata komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Dewan Agus Pusat (DAP), kiprah Agus Setiana ini sangat bagus sekali. Ternyata ia mampu membuat sebuah perkampungan untuk mengatasi ketahanan pangan, minimal buat kebutuhan keluarganya sendiri.

“Jika dilakukan sekampung maka ini sangat unik dan akan menjadikan suatu daya tarik tersendri. Ini bisa dijadikan sebagai wisata kampung edukasi agrowisata yang berbasis pemberdayaan masyarakat dalam hal ketahanan pangan.

Ketika kebutuhan pangan buat keluarganya sudah cukup, maka ikan lele dan tanamannya bisa dijual kepada masyarakat sekitarnya. Tentu saja hal ini akan mampu menambah pendapatan ekonomi keluarganya,” pungkas R. Moch. Agus Ramdhan. (Red)

About admin

Check Also

Essay Writing: A Definition

Essays are extremely different from a number of brweb.xyz different kinds of writing. The main …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *