Rabu , Juli 15 2020
Home / Kesehatan / RSUD Menggala Bantah Perlakuan Khusus Untuk Orang Tua Bupati

RSUD Menggala Bantah Perlakuan Khusus Untuk Orang Tua Bupati

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Menggala (RSUDM), dr.Lukman Pura, mengatakan tidak ada perlakuan khusus maupun sterilisasi skala besar-besaran. Pihak rumah sakit hanya melakukan sterilisasi ruangan saja, sebab sebelumnya ada pasien yang dirawat di ruanga paviliun. Maka perlu dilakukan sterilisasi atau bersih – bersih. Peristiwa ini murni adanya salah persepsi dan miskomunikasi antara semua pihak.

Saat itu, RSUDM dihantam dengan kritikan berat di media sosial Facebook, dalam kritikan itu RSUDM dinilai lebih mengutamakan pasien keluarga Bupati Winarti. Mensterilkan seluruh ruangan paviliun, agar tidak ada satupun pasien dirawat disekitar ruangan itu.

Plt. Direktur RSUDM, dr.Lukman Pura, membenarkan pihak RSUDM saat itu mendapat kunjungan dari orang tua Bupati Tulangbawang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pasien masuk, Jumat (27/5/2020) sore, dan dirawat di ruang pavilun.

Lukman menerangkan, saat itu, tidak ada perlakuan khusus maupun sterilisasi skala besar – besaran. Ia menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah sterilisasi skala besar seperti pengosongan ruangan pavilun dan pengosongan pelayanan rumah sakit.

“Pihak rumah sakit hanya melakukan sterilisasi ruangan saja, sebab sebelumnya ada pasien yang dirawat di ruanga paviliun. Maka perlu dilakukan sterilisasi atau bersih – bersih. Itu adalah hal yang wajar dan lumrah,”terangnya panjang. Rabu (03/6/2020).

Abah, sapaan akrab dr. Lukman Pura ini menambahkan, peristiwa ini murni adanya salah persepsi dan miskomunikasi antara semua pihak. Tidak ada pengosongan ruangan. Ini buktinya bisa dilihat ruangan paviliun ini penuh.

Dalam momen yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tulangbawang, Fathoni, mengaku tidak ada perintah untuk melakukan pengosongan rumah sakit. Serta tidak ada intruksi untuk memberikan ruang khusus kepada pasien orang tua Bupati Tulangbawang.

“Pelayanan kesehatan harus memiliki standar sterilisasi ruangan dan ekslusif pelayanan. Dalam hal pelayanan, tidak ada perbedaan. Setiap pasien, siapapun dia dan dari mana asalnya wajib untuk mendapatkan pelayanan,”ujar Fathoni.

Bati, panggilan akrab Fathoni ini menambahkan, dalam pelayanan kesehatan pihak RSUDM punya standarisasi pelayanan yang sama, yakni memberikan perlakuan yang sama kepada pasien. Tidak ada hal yang sangat berlebihan dalam pelayanan pasien keluarga bupati.

Orang nomor satu di Dinkes Tulangbawang ini juga bersumpah, bahwa satuan kerjanya tidak mendapat perintah ataupun Intruksi dari Bupati Tulangbawang, untuk menyiapkan ruangan khusus untuk orang tuanya, maupun dalam bentuk perintah lainnya.

“Saya atas nama pribadi dan satuan kerja bersumpah Demi Allah, bahwa kami tidak mendapat perintah atau intruksi dari Ibu Bupati Winarti untuk mensterilisasi ruangan ataupun menyiapkan ruangan khusus,”kata Bati tegas.

Diketahui, RSUDM sempat menjadi viral dan heboh, dimedia sosial akun facebook (FB), SZ, yang menyebut bahwa orang tua Bupati Winarti dirawat di RSUD Menggala, didalam ruangan paviliun.

”Begitu hebatnya orang tua sakit, semua ruangan paviliun RSUDM disterilkan, tidak boleh satu pasienpun yang masuk. Yang jadi pertanyaan, apakah orang tuanya kena penyakit menular yang sangat membahayakan atau karena orang tua dari Bupati,” tulisnya.

Sambungan kritikan di FB nya, sangat disayangkan, seorang Bupati yang tidak berpihak kepada rakyat, hanya karena orang tuanya sakit, masyarakat yang sakit, seharusnya dirawat di ruangan paviliun, tidak di izinkan satupun pasien yang masuk diruangan itu.

Terpisah, Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga RSUDM, dr. Diajeng W, menerangkan bahwa, saat ini kondisi kesehatan orang tua Bupati Tulangbawang sudah sangat membaik. Masih dalam perawatan dan penanganan tim medis rumah sakit.

Ia menambahkan, riwayat sakitnya adalah sakit biasa, sakit tua, bukan sakit membahayakan orang lain atau sakit yang bisa menularkan orang lain. Intinya saat ini kondisi kesehatannya sudah membaik dan mulai baik. Masih dalam perawatan dan penanganan tenaga kesehatan RSUDM.

Ketua PWI Tulangbawang, Abdul Rohman, ikut merespon atas adanya miskomunikasi dan kesalahpahaman yang terjadi, di RSUD Menggala, dalam momentum kunjungan perawatan orang tua Bupati Tulangbawang, Winarti.

Abdul Rohman berharap, semua pihak hendaknya untuk dapat saling menahan diri, menjaga, merawat dan memelihara persaudaraan dan kekeluargaan di Sai Bumi Nengah Nyappur dalam setiap momentum.

Wujudkan jiwa bergotongroyong membangun daerah. Dan hendaknya, setiap warga masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang kurang baik dan tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

“Ayo, kita semua hendaknya berlaku bijak dan adil dalam merespon dan menyikapi setiap kabar dan infornasi. Sebab, apa yang kita dengar belum tentu benar sesuai di lapangan. Jadi disaring dan dicrosscek dulu jangan langsung disebar luaskan,” ujarnya.

Ia menambahkan, khusus kepada Wartawan Anggota PWI Tulangbawang, diharapkan untuk tidak mudah dan tidak gampang menulis berita yang tidak berimbang, yang hanya bersumber dari katanya saja. Hendaklah melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait.

“Saya sarankan kepada kawan kawan wartawan yang tergabung di PWI Tulangbawang, jangan ikut ikutan menulis sebuah berita yang sepihak dan bersumber dari katanya. Harus ada konfirmasi dan berimbang,” tutupnya. (Mad)

About admin

Check Also

Bupati dan Wakil Bupati Waykanan Hadiri Penandatanganan MoU Jejaring Donor Darah di RSUD Zainal Abidin Pagar Alam

LAMPUNG1.COM, Way Kanan – Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MOU) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

downloadfilmterbaru.xyz bigoporn.club bok3p.site sablonpontianak.com