Kamis , Januari 13 2022
Home / Peristiwa / Dalam Sosialisasi, Anggota DPR-MPR RI Mengingatkan Kembali 4 Pilar Kebangsaan

Dalam Sosialisasi, Anggota DPR-MPR RI Mengingatkan Kembali 4 Pilar Kebangsaan

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal IKA berlangsung di Gedung Sanggar Mangliawan, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (01/07/2020).

Meski demikian menurut narasumber anggota DPR-MPR RI, yakni Zulkifli Anwar bahwa pemahaman 4 pilar kebangsaan ini dilakukan terus menerus oleh para anggota DPR-RI MPR RI, agar dapat dipahami dan untuk mengingatkan kembali.

” Dimana ternyata dalam perjalanan banyak yang melupakan empat pilar (4) pilar kebangsaan yakni pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia terdapat dalam lima sila Pancasila. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD-1945), NKRI, dan Bhineka Tunggal IKA,” ujar Zulkifli Anwwar.

Sambung Zul sapaan akrabnya, seperti wilayah Indonesia akan dirongsong oleh negara tetangga maka dikatakan NKRI Harga mati. Itu kalau TNI-Polri sebut NKRI Harga Mati.

BACA JUGA:  Rizki Putra Sangkal Pemberitaan Terkait PT. 41R Rich Konstruksi

” Bahkan mereka siap bertempur untuk negara kita ini, tetapi harus ada dukungan dari masyarakat untuk memback up Republik Indonesia (RI),” terangnya.

Masih dia sampaikan, jangankan batas wilayah, laut dan segala macam isinya sudah diambil maupun hasil laut, jadi perangi laut RI, jangankan itu, budaya saja diambil, akhirnya NKRI dibuat pertama kali oleh pemerintahan pak Jokowi.

” Ini disosialisasikan oleh seluruh anggota MPR, yakni sekitar 575 anggota MPR ditempat masing-masing dan kalau saya turun pertama kali di empat tempat dalam acara sosialisasi seperti ini,” ungkap anggota DPR RI Tiga Periode ini.

Lalu, lanjut Zulkifli, keempat (4) Bhineka Tunggal IKA, kenapa disosialisasikan Bhineka Tunggal IKA, karena masih banyak yang melupakan makna Bhineka Tunggal IKA itu apa.

BACA JUGA:  Pelda Haris Isi Kejenuhan Dengan Bermain Pistol-Pistolan

“Tujuannya kemana, arahnya kemana, maka dari itu diberikan pemahaman dalam 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal IKA. Ini yang memang kita sosialisasikan terus untuk mengingatkan kepada masyarakat,” terangnya.

Lebih dari itu, Zulkifli Anwar menegaskan Bhineka Tunggal IKA ini adalah berbeda-beda suku dan agama, tapi tetap satu sebagai negara yang majemuk terdiri dari berbagai suku bangsa, ras dan agama, namun tetap satu dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

” Kenapa ini dilakukan sosialisasikan, karena banyaknya perselisihan, terutama tempat-tempat ibadah yakni gereja, masjid, suku ini, suku itu karena lupa dengan motto Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi kita tetap satu,” katanya.

BACA JUGA:  Edward Antoni Mendem Pedaging Pada Upacara Ngeteg Linggih

” Dengan demikian, alhamdulillah dan bersyukur para peserta paham sehingga tugas saya diringankan lantaran pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, dengan ini saya ucapkan berterimakasih,” tutupnya.

Turut hadir para peserta terdiri dari Dewan Riset Daerah (DPD)/tenaga ahli kabupaten Pesawaran, Thamrin, Camat Teluk Pandan, Zulkifli Nuh, Sekcam Hadi Jaya Kusuma, Korcam Teluk Pandan, Asy’ari, para Kepala Sekolah dari SD, SMP, Kepala UPT Puskesmas Kesehatan Hanura, Mayanti.

10 Kades, 10 Ketua BPD, Danramil Padang Cermin Mayor Inf. Suprapto, anggota Polsek Padang Cermin mewakili Kapolsek Padang Cermin, AKP Syamsuriza, unsur tokoh Agama Haris (Mantan Ketua MUI Kabupaten Pesawaran. (Din).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Wirahadikusumah Dukung Penuh PWI Bentuk Tim Sepakbola Wartawan

LAMPUNG1.COM,Bandar Lampung – Ketua PWI Lampung, Wirahadikusuma menyatakan dukungannya atas usulan para wartawan untuk membentuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *