Jumat , November 27 2020
Home / Hukum Kriminal / Keluarga Korban Bersama Kuasa Hukum Ucapkan Terimakasih Kepada Pihak Polres Labuhanbatu

Keluarga Korban Bersama Kuasa Hukum Ucapkan Terimakasih Kepada Pihak Polres Labuhanbatu

LAMPUNG1.COM, Labuhan Batu – Pihak Keluarga dan Pengacara korban Ahmad Tua Siregar, diduga korban penganiayaan yang akhirnya meninggal Dunia, mengucapkan terimakasih kepada Pihak Polres Labuhanbatu atas terungkapnya kasus yang memilukan hati keluarga, mulai mendapat titik terang, dengan hadirnya Sat Reskrim Polres Labuhanbatu bersama Dokter Porensik, di Desa Sibito perlahan mulai terungkap kasus yang sebelumya disebut Laka lantas, Sabtu (14/11/2020).

Dengan beberapa rekayasa yang dilakukan sebelumya, baik saat proses surat perdamaian yang tidak dihadiri Isteri dan anak korban, tidak adanya Autopi, setelah ditelusuri team media, ternyata korban meninggal dunia diduga akibat penganiayaan, surat perdamaian disodorkan ke Isteri korban saat MenSholatkan Almarhum dengan dalih agar cepat dikebumikan dan surat tersebut sudah di ketahui incek hal tersebut diungkapkan Isteri korban Ahmat tua Siregar.

Beberapa surat yang ditemukan juga terlihat ganjil dan ada sesuatu yang terselubung dari kejadian ini, hal tersebut dikuatkan dengan saksi saksi ditemui team media, saksi melihat kejadian pemukulan, pencekikan dan tendangan yang dilakukan tersangka mengakibatkan hilangnya nyawa Almarhum Ahmad tua Siregar, atas kejadian tersebuat, akhirnya pihak Polres Labuhanbatu mengambil alih perkara tersebut dari Polsek Aek Natas, mulai Otopsi dilakukan tim dokter Porensik di pemakaman korban, pemanggilan saksi kepolres Labuhanbatu, sampai penangkapan 2 pelaku diduga kuat menghilangkan nyawa Ahmad Tua Siregar, dan pelaku masih dalam proses penyidikan Pihak Reskrim Polres Labuhanbatu.

Dari beberapa keganjilan tersebut Pengacara korban berkeyakinan selain dua orang tersangka yang sudah ditahan, bakal bertambah lagi pelaku lainnya, pengacara juga meminta pihak Polres Labuhanbatu dan Polda Sumatera Utara mengungkap kasus ini selebar lebarnya, agar masyarakat tidak semena mena kejadian yang kecil mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, dan pihak keluarga diminta pengacara untuk terus bersabar dan sama sama memantau proses ini sampai terang benderang.

Diberitakan sebelumnya, Almarhum Ahmad Tua Siregar (44) warga dusun III Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang sehari harinya bekerja menawarkan barang dagangannya memakai sepeda motor (Along along) dari satu kampung ke kekampung lainnya, meninggal dunia dengan tidak wajar, dimana didapati di sekitar tubuh korban terlihat bekas memar bekas pukulan diduga keras korban dianiaya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Mendengar hal tersebut Team Media, mengali Informasi dilapangan, dari hasil rakuman yang didapat sebelum meninggal dunia korban membawa barang dagannyannya (Along along) mengendarai sepeda motor melintas di jalan lintas Dusun II Unte Mungkur Desa Sibito, menyenggol salah seorang warga di Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sabtu (24/10/2020)

Team mengawali penelusuran dari rumah kediaman almarhum Ahmad Tua Siregar di Dusun III Kampung Baru Desa Sibito, saat dimintai keterangan istri almarhum Dahlia Hasibuan (42) memohon kepada team media agar mengungkap kematian suaminya yang tidak wajar, diduga meninggal dunia karena penganiayaan. sambil menangis ia mengucapak kepada Team “Saya minta keadilan atas matinya suami saya kepada penegak hukum Saya minta keadilan,”.

Keluarga korban yang juga turut mendampingi dikediaman korban juga menyampaikan kepada Team Media, pihak keluarga korban akan membuat pengaduan ke kantor Polsek Aek Natas terkait meninggalnya almarhum Ahmad Tua Siregar serta meminta agar diusut sampai tuntas kematian Almarhum dan memohon keadilan yang seadil-adilnya.
Setelah mengumpulkan Informasi Team bergerak menuju lokasi dan mengali informasi dari saksi saksi yang melihat kejadian tersebut, sekitar pukul 17.30 Wib di Dusun II Unte Mungkur Desa Sibito akhirnya Team berhasil menemui saksi inisial AN (17), dari keterengan yang diperoleh saksi menceritakan apa yang dilihatnya di tempat kejadian perkara (TKP).

Saksi mengatakan, “Yang saya lihat pula ya bang pas saya ke jaringan karena di kampung saya ini engak ada jaringan, lalu saya pergi ke puncak bersama abang saya, lalu saya mendengar suara kecelakaan jatuh kereta gitu, saya menekong sama abang ini, menekong kita bang ayoklah katanya kami tekongkan, gitu sampai tempat kejadian disitu ada pokok pinang pula ya bang, di kejadian itu saya menampak bernama TS menunjang almarhum ini, lalu almarhum tercampak terselpok lututnya, gitu terselpok lututnya almarhum ini berdiri lalu minta maaf kepada ayah anak yang dilanggar ini, dia minta maaf, AS ayah dari anak inipun menumbuk almarhum dan ditangkis almarhum.”

“Gitu dia menangkis tumbukan dari ayah anak yang dilanggar ini, langsung almarhum lari, gitu dia lari sampai kejadian di jembatan sana dia diangkat ke kereta, setelah itu TS paman anak itu, mengejar almarhum sambil dilarikan pakai kereta, gitu sampai di rumah bidan, TS berhenti mengejar almarhum ini, balik dia ke belakang mengambil kereta nama keretanya scupy, setelah diambilnya scupy itu dikejarnya balik ke seberang itu, mungkin mau dianiaya atau mau dihajarnya lagi karena dia belum puas kayak gitu,” tutur Saksi.

Setelah itu datang kepala lorong minjam kereta kami ya kan bang, pigi dia ke seberang, diberhentikannya TS ini, ditumbuknya pipi TS ini. Terdiam TS itu, sampai seberang sana saya tidak ikut sampai sana saya berhenti di kejadian itu lalu saya bertanya-tanya pada orang lain,” ucap AN.

Sementara itu di tempat yang sama menurut keterangan saksi Inisial TS (20) abang AN menjelaskan, “Pas kami mutar itu kutengok TS ini mencekik almarhum dari belakang, habis itu TS ini dipegangi, kan orang sudah ramai disitu, pas dia lepas dari pegangan ini datang TS ini menunjang almarhum dari belakang. Itulah tersungkur almarhum ke parit itu, habis itu datanglah bang Bornok ini membawa dia pergi dari sini, TS ini mengejar almarhum dari belakang lari, ngak dapat dia sampai sana pigi dia balik pinjam kereta, saya masih duduk di kereta ini, pakai dulu keretamu dibilang kepala lorong sini bapak Jendrik Sipahutar dan dia mengejar kesana pakai kereta kami,” ungkap TS.

“Menurut Saksi TS mendapat kabar almarhum sudah ngak bernafas lagi ngak berapa lama datanglah ambulan menjemput sudah meninggal almarhum sekitar 20 menitlah semenjak almarhum dibawa kesana,” tambahnya.

Masih di tempat yang sama keterangan dari sepupu korban Zulkfli Munthe (55) kepada awak media mengatakan, “Di tubuh almarhum terdapat bendolan di kening sama biram di belakang telinga sebelah kanan dan biram di dada serta belakang punggung almarhum. “Dan dugaan saya almarhum dianiaya,” kata Zulkifli.

Jelas Zulkifli lagi, “Saat mau memandikan dari mulut almarhum keluar darah sekitar satu liter lebih sampai dikebumikan itu masih keluar darahnya dari mulut almarhum.”
“Saya minta tolong kepada bapak-bapak supaya dibantu mengungkap kematian almarhum dan minta keadilan yang seadil-adilnya,” harap Zulkifli kepada team media.

Informasi yang dirangkum team media di lapangan sebelum meninggal dunia korban mengendarai sepeda motor melintas di jalan lintas Dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin lalu Tanggal 12 Oktobet 2020.
Di saat mengendarai sepeda motornya korban menyenggol seorang anak warga Dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang menyebabkan anak dimaksud mengalami luka-luka.
Atas kejadian itu diduga orang tua anak tersebut inisial AS (42) beserta adiknya inisial TS (25) tidak terima sehingga melakukan pemukulan kepada korban dan kuat dugaan korban meninggal dunia akibat dianiaya.

Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi warga sekitar yang sempat melihat kejadian penganiayaan tersebut, dimana ayah dan paman anak tersebut memukul dan menendang korban sebelum meninggal dunia. (Red)

About admin

Check Also

Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Tubaba

Lampung1 com, Tubaba: Sebanyak 5 (lima) orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilingkup Pemerintahan Kabupaten Tulang …