Jumat , Februari 19 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Polda Lampung Rilis Akhir Tahun Kasus Narkoba, Kasus Korupsi Dikebut

Polda Lampung Rilis Akhir Tahun Kasus Narkoba, Kasus Korupsi Dikebut

LAMPUNG1.COM,BANDARLAMPUNG-Polda Lampung merilis capaian kinerja selama 2020 ini mencatat kasus narkoba sebanyak 1881 kasus dengan tersangka 2.580 orang, termasuk kasus tindak pidana korupsi terus dikebut meski terjadi penurunan dibandingkan tahun di tahun 2019.

” Kurun setahun di 2020 ini, yakni pengungkapan tindak pidana narkoba menonjol sebanyak 8 kasus,” ujar Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Subiyanto, mewakili Kapolda Lampung, Irjen. Pol Drs. Purwadi Arianto, Senin (28/12/2020), saat rilis akhir tahun 2020 di Gedung Graha Wiyono Siger.

Menurutnya. kasus ini merupakan kejahatan transnasional terhadap tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

” Tahun 2020 ini dengan jumlah total barang bukti yang disita itu adalah ganja 467 kg, shabu 201 kg, ektasi 33.912 butir, obat-obatan ilegal 885 butir, tembakau gorila 310 gram, dan uang tunai sebesar Rp 71.326.000,-,” jelas Wakapolda Lampung.

BACA JUGA:  Rabat Beton Perlancar Perputaran Ekonomi

Lebih dari itu, lanjut Wakapolda, belum lagi tindak pidana korupsi terus digali secara pendalaman dari tahun sebelumnya, meski demikian di tahun 2020 ini terdapat 20 kasus, dan selesai 10 kasus.

” Memang ini terjadi penurunan 4 kasus dibandingkan tahun 2019 sebanyak 24 kasus selesai, yakni penurunan pada kasus ini sebanyak 14 kasus,” ungkap Wakapolda Lampung.

Secara rinci, sambung Wakapolda, kasus tindak pidana migas tahun 2020 ini sebanyak 4 kasus dan selesai 3 kasus dibandingkan tahun 2019 sebanyak 4 kasus dan selesai 5 kasus.

” Kasus illegal mining tahun 2020 sebanyak 12 kasus selesai dibandingkan tahun 2019 sebanyak 9 kasus, terjadi kenaikan sebanyak 3 kasus,” ungkapnya.

Lalu, masih menurutnya, tindak pidana illegal logging tahun 2020 terdapat 7 kasus selesai. Tindak pidana pangan terdapat terdapat 5 kasus selesai, kemudian tindak pidana sumber daya alam (SDA) terdapat 12 kasus selesai, selanjutnya kasus

BACA JUGA:  Bupati Umar Ahmad Persentasikan Konsep Pembangunan Berbasis Kebudayaan

” Tindak pidana uang palsu 1 kasus selesai, dibandingkan tahun 2019 sebanyak 4 kasus selesai, namun terjadi penurunan 3 kasus di tahun 2020 ini,” terangnya.

Akan tetapi, masih disampaikan Wakapolda, pada kasus Fidusia tahun 2020 ini terjadi kenaikan sebanyak 5 kasus dari 15 kasus selesai, dibandingkan tahun 2019 sebanyak 10 kasus selesai 11 kasus dan kenaikan 1 kasus.

” Tapi kalau tindak pidana perikanan terjadi penurunan 12 kasus selesai dari tahun 2019 sebanyak 14 kasus selesai dan tahun 2020 ini terdapat 2 kasus selesai,” urainya.

Namun demikian, masih dijelaskan Wakapolda, secara umum kejahatan dapat diatasi secara keseluruhan tahun 2020 dengan baik dan dapat ditangani oleh seluruh Polda Lampung serta jajaran.

BACA JUGA:  Pandemi Covid -19 Tak Halangi Satgas untuk Sejahterakan Rakyat

” Termasuk turut berperan membantu Densus 88 AT Mabes Polri dalam penangkapan 23 orang tersangka terorisme di wilayah hukum Polda Lampung,” tandasnya.

Dalam hal ini, masih ditambahkan Wakapolda, tentu ketika dibutuhkan untuk melakukan tindakan upaya-upaya tertentu atau upaya-upaya paksa tertentu ada tingkatan komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian.

” Baik ke Polres, dan Polda, termasuk pemindahan teroris itu kepada Mabes Polri dan kedepan dengan didasari tekad dan komitmen yang kuat pada era transparansi dan akuntabilutas publik, diharapkan semua pihak dapat melakukan kerjasama pengawasan atas kinerja polda lampung guna membangun harapan masyarakat,” pungkas Brigjen Pol Subiyanto. (Din/red).

About admin

Check Also

Hadiri Rakor Bersama Tim Korsupgah KPK, Gubernur Arinal Tegaskan Komitmen Pemprov Lampung dalam Pencegahan Korupsi

LAMPUNG1.COM,BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengahadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi 2021 Wilayah …