Kamis , Juli 29 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Melalui Komisi II, DPRD dan Pemprov Lampung Atasi Kelangkaan Pupuk

Melalui Komisi II, DPRD dan Pemprov Lampung Atasi Kelangkaan Pupuk

LAMPUNG1.COM, BANDARLAMPUNG-Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan rapat bersama instansi terkait berkompeten terhadap kelangkaan pupuk.

” Masalahnya ada mafia dalam tingkatan distributor maupun pengecer. Jadi kita minta data tersebut untuk diberikan ke kita. Kemudian kita minta tindakan tegas dari dinas untuk diberhentikan. Kita minta penegak hukum mengusut tuntas secara penegakan hukumnya,” ungkap Ketua Komisi II Wahrul Fauzi Silalahi saat dikonfirmasi, Senin (08/02/2021).

BACA JUGA:  Yudha Setiawan Mendukung Program Gerakan Anti Kekerasan Pada Anak

Ia pun mengatakan, kelangkaan pupuk disebabkan keterlambatan perindustrian di lapangan. Keterlambatannya dalam perindustrian pupuk di lapangan, baik pupuk subsidi maupun non subsidi.

” Dan itu diakui pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Petrokimia (pupuk), dan kemudian adanya masalah teknis soal tidak tercovernya dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK), kemudian dicarikan solusi untuk diselesaikan tahun ini,” jelasnya.

Selanjutnya tambah Wahrul, yang menjadi masalah juga saat ini kartu Petani Berjaya (KPB) sampai saat saat ini baru 37.000 petani yang mempunyai KBP. Sedangkan untuk petani lampung kurang lebih satu juta tiga ratus ribu lebih.

BACA JUGA:  Tulang Bawang Barat Jadi Tuan Rumah Gelada Pramuka se-Lampung

” Artinya kita juga minta keseriusan dinas terkait untuk mempercepat dan memperkuat dalam waktu yang singkat untuk memperbanyak yang mendapatkan KPB jangan menjadi masalah lagi kedepannya,” tandasnya. (red).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Antusiasme Masyarakat Distrik Aimas Dalam Serbuan Vaksinasi Yang Digelar TNI AL Wilayah Sorong

LAMPUNG1.COM – Program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat maritim masih terus berjalan hingga akhir Juli, kali ini …