Selasa , Agustus 3 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Tengah / Midi Iswanto Anggota DPRD Provinsi Lampung Waspadai Langkanya Pupuk di Lampung.

Midi Iswanto Anggota DPRD Provinsi Lampung Waspadai Langkanya Pupuk di Lampung.

LAMPUNG1.COM, Lamteng – Anggota DPRD lampung asal pemilihan lampung tengah, saat sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid-19, di Balai Kampung Pujo Basuki, KecamatanTrimurjo, Lampung Tengah, mendapat curhatan terkait langkanya pupuk, Rabu (27/2/2021),

Sulitnya penebusan pupuk bersubsidi,menjadi keluhan peserta yang rata merupakan petani.
Midi Iswanto anggota DPRD Provinsi yang sedang rises di daerah pemilihan lamteng mmenerima curhatan pesrta.

Mereka juga tak tahu
bagaimana pupuknya yang tidak ada. Mendapat Urea juga sama sulit dan hanya dapat sedikit penebusanya padahal mereka terdaftar di rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).
Menanggapi keluhan itu, Midi Iswanto, mengatakan tidak mau birokrasi berbelit-belit dalam penubusan pupuk ini dijadikan celah permainan para mafia pupuk bersubsidi. “Jangan bermain-main dengan pupuk bersubsidi karena yang dipakai untuk subsidi ini uang rakyat dan uang negara. Saya pastikan penjara kalau main-main,” kata Midi.
Kesulitan mendapat pupuk, kata dia, sangat berpengaruh terhadap hasil produksi dan kualitas beras. “Ketika digiling pasti rendemennya turun, banyak mengapur dan banyak yang patah berasnya sehingga akan menurunkan harga,” kata Midi yang juga Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Provinsi Lampung .
Dia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur memerintahkan jajarannya serius menangani soal pupuk ini. “Saya menduga Gubernur dan Wagub menerima laporan dari bawah baik baik saja tentang pupuk ini,” ujar dia.
Terkait KPB, menurut Midi, sah saja menempel di penebusan pupuk bersubsidi karena itu program Gubernur dan Wakil Gubernur. Tapi jangan kemudian malah membuat ruwet.
“Administrasi cara kepemilikan KPB silahkan dibenerin dulu, bagaimana cara petani meniliki kartu itu dengan mudah, gampang diperoleh, dan ngak usah kebanyakan syarat. Terus sampaikan apa saja keunggulan KPB dan apa bedanya dengan Kartu Tani yang dikeluarkan presiden,” kata Midi yang juga politisi Partai Demokrat itu.
Dia meminta jangan sampai sulitnya penebusan pupuk subsidi membuat banyak pupuk tidak terserap petani dan dijadikan permainan oleh mafia mafia pupuk. Pasalnya, selain di Trimurjo, dia juga mendapat laporan serupa dari Punggur dan Seputih Raman yang notabene sentra produksi dan lumbung padi Lampung. “Kalau di situ saja pupuk sudah sulit apalagi tempat lain dan ini bahaya,” kata Midi. (red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Berikan Pelayanan Cepat, Tepat Dan Anti KKN, Kapolda Lampung Resmikan “METRO BISA”

LAMPUNG1.COM  – Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno, meresmikan gedung Pelayanan Terpadu Polres Metro dan …