Minggu , Juli 25 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Komisi II DPRD Lampung Akan Cek Lokasi Tambang Batu Marmer Yang Rusak Puluhan Rumah Warga.

Komisi II DPRD Lampung Akan Cek Lokasi Tambang Batu Marmer Yang Rusak Puluhan Rumah Warga.

LAMPUNG1.COM, LAMSEL – Komisi II DPRD Lampung segera cek laporan terkait rusaknya rumah warga akibat perusahaan penambang Batu marmer dan Kapur di kecamatan Natar.

Wahrul Fauzi silalahi selaku ketua komisi II DPRD lampung ,akan segera mengecek lokasi PT Bangun Lampung Jaya yang berada di Dusun Sumber Sari, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan laporan dari masyarakat Desa Mandah, perusahaan penambangan batu Marmer atau Kapur (Pertanian) itu, melakukan peledakan sehingga menyebabkan 80 rumah warga alami rusak.

BACA JUGA:  IKLB Jabar Gelar Baksos Peduli Banjir

Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menegaskan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu laporan dari masyarakat Mandah ke Komisi II DPRD Lampung tadi, Selasa (30/3/2021).
“Ya tadi kita sudah mendapatkan pengaduan dari masyarakat Desa Mandah di Dusun Sumber Sari, Kecamatan Natar Lampung Selatan. Terkait adanya aktivitas perusahaan yang mengakibatkan beberapa rumah warga retak-retak dan beberapa tahun lalu adanya korban,” kata Wahrul Fauzi Silalahi.

BACA JUGA:  Mudahkan Akses Transportasi, TMMD Bojonegoro Bangun Jalan Aspal 2000 Meter

Menurutnya permasalahan itu sangat serius, sehingga pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu, sebagai komisi II DPRD Lampung yang membidangi pengawasan lingkungan hidup
Langkah yang akan di ambil segera memanggil pihak terkait dan perusahaan tersebut.
Komisi II juga akan melakukan pengecekan ke lokasi keberadaan penambangan batu Marmer PT Bangun Lampung Jaya.

“Karena kita belum tahu situasi dilapangannya seperti apa, maka kita akan cek lokasi dulu. Karena kita belum bisa menyimpulkan. Setelah itu baru kita akan panggil Dinas terkait dan pihak Perusahaan,” kata Politisi NasDem itu.

BACA JUGA:  Diduga Akibat Korseleting Listrik Toko Sembako Ludes Dilahap Si Jago Merah

Menurutnya Perusahaan Penambangan Batu Marmer itu beroperasi sekitar tahun 1987, kemudian timbulnya peledakan itu pada tahun 2003.
“Dampak yang kami rasakan yakni rumah-rumah retak, dan adanya suara-suara keras (akibat peledakan). Jadi selain bangun rumah, dampak lainnya adalah kesehatan masyarakat,” ungkapnya.(red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Letkol Kav Joko Sunarto Terjun Langsung Lakukan Jemput Bola Vaksinasi Ke Masyarakat

LAMPUNG1.COM,Tulang Bawang – Guna mendukung Pemerintah pusat maupun daerah Komandan Kodim 0426/Tulangbawang Letkol Kav Joko …