Senin , Agustus 2 2021
Home / Nasional / Batam / Ini Klarifikasi PT. Hadi Jaya Terkait Pemberitaan TKI Ilegal

Ini Klarifikasi PT. Hadi Jaya Terkait Pemberitaan TKI Ilegal

LAMPUNG1.COM, Batam – Terkait pemberitaan yg beredar atas penggerbekan Dugaan TKI ilegal yang terjadi di PT .Hadi jaya oleh pihak  Kepolisian dan personil TNI,Bu Hadi mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI dan polri dan juga seluruh media yang sudah hadir ke perusahaan tersebut.

Beliau menuturkan kronologis kejadian bahwasanya penggerebekan tersebut berawal dari laporan seorang anggota TNI di Kota Bandung, Jawa Barat yang menyebut bahwa ada kerabatnya yang disekap di lokasi penampungan tersebut. Berdasarkan laporan tersebut petugas kepolisian dan TNI menggeledah tempat penampungan tersebut.

Berawal dari 2 orang wanita asal Kota Malang, yaitu Amelia dan Purwaningsih datang ke PT. Hadi Jaya yang di Depok” kata Ibu Hadi sapaan akrab Wuryani Hadi, dikantornya di PT. Hadi Jaya, Ruko Tiban Point Blok A1 No.8 -11, Sekupang, Batam
Sebanyak 39 orang calon TKI terdiri dadi 9 orang laki – laki dan 30 orang perempuan diamankan termasuk pemilik penampungan di Mapolresta Barelang.
Menyikapi hal tersebut, Wuryani Hadi (75) pengusaha penyalur tenaga kerja dibawah naungan PT. Hadi Jaya memberikan klarifikasi kepada awak media, Rabu (7/4/2020) dikantor Hadi Jaya Batam.

BACA JUGA:  Sersan Yang Paling Akrab Dengan Warga Desa Sasaran TMMD

Lanjut Ibu Hadi, Mereka minta pekerjaan dan disalurkan di Batam.

Karena mereka tidak punya biaya, sambung Ibu Hadi, pihak perusahaan lah yang membiayai semua termasuk tiket, akomodasi serta uang saku dengan total Rp.1.950.000 per orang.

” Biaya tersebut diantaranya tiket pesawat Rp.1.200.000, Rapid Test Antigen Rp.250rb, Travel dari depok ke bandara Rp.250rb, uang saku Rp250rb” terang Ibu Hadi.

Setibanya di Batam, Amelia langsung minta pekerjaan. ” Saya masukan disalah satu toko Optik di Batam” ucap Ibu Hadi.

BACA JUGA:  Danrem Makutarama Ingatkan Prajurit dan Warga Patuhi Prokes

Setelah bekerja baru sehari, Amelia minta pulang dengan alasan sakit.
“Baru sehari semalam minta pulang, alasannya sakit” terang Ibu Hadi.

Lebih lanjut, Ibu Hadi menjelaskan padahal semua pekerja disana betah karena enak, jam kerja dimulai Jam 8.00 hingga 17.00 dan minggu cuma setengah hari.

“Alasan Amelia sakit tapi sebenarnya tidak sakit, karena mengikuti keterangannya ibunya sakit opname di rumah sakit jiwa” Jelas Ibu Hadi.

Akhirnya, sambung Ibu Hadi, Majikannya memberitahu bahwa anak ini sakit tidak mau makan. “Langsung ada respon dari PT. tersebut, anak ini dijemput akhirnya datang kesini ( PT. Hadi Jaya Batam ).

” Temannya bernama Purwaningsih awalnya mau kerja tidak jadi ( batal) Karena menemani temannya yang sakit itu” tambah Ibu Hadi.

BACA JUGA:  Kades Mataram Marga Serahkan Senpi Rakitan Ke Mapolsek Sukadana

Setelah kejadian itu, akhirnya Amelia minta pulang tidak mau kerja.
“Lalu saya katakan jika mau pulang harus ganti semua biaya yang Rp.1.950.000 itu ” kata Ibu Hadi.

Untuk biaya tersebut tidak ada tambahan apa – apa.” Untuk makan minum dan tidur tidak saya charge, malah saya berjanji kalau mau pulang kamu harus beli tiket sendiri, saya antar sampai Bandara” terang Ibu Hadi.

Lebih lanjut mengenai 39 orang yang di amankan tersebut, 37 orang sudah dipulangkan kesini ( PT. Hadi Jaya Batam ) dan 2 orang sudah diselesaikan secara baik – baik di kepolisian dan sampai saat ini prosesnya sudah selesai.(iwan)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Bea Cukai Batam Berhasil Menangkap Seorang Pria Yang Mencoba Menyelundupkan Narkoba

lampung1.com- bea Cukai Batam bersama Avsec Bandara Hang Nadim berhasil menangkap seorang Pria inisial RM …