Minggu , Agustus 1 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / OJK Gelar Focus Group Discussion Potensi Ekspor UMKM

OJK Gelar Focus Group Discussion Potensi Ekspor UMKM

LAMPUNG1.COM, BANDAR LAMPUNG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI) dan BEA Cukai Lampung membahas tentang potensi komoditi ekspor UMKM di Provinsi Lampung.

FGD ini diikuti 10 peserta perwakilan dari beberapa instansi terkait, menginisiasi program pelatihan dan pendampingan pelaku UKM berorientasi ekspor, bertempat di Swiss Belhotel, Bandar Lampung, Kamis (08/04/2021)

FGD bertajuk “Sinergi Program Pelatihan dan Pendampingan Bagi Pelaku UKM Berorientasi Ekspor serta Mengenal Potensi Komoditi Ekspor Provinsi Lampung”. Dalam pemaparan materi disampaikan Executive Pertama Jasa Konsultasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI), Prayudha Utama.

Materi yang disampaikan itu terkait Program Pembinaan Kepada Eksportir Pemula dan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Pelaksana Pemeriksa BEA Cukai Lampung, Nurwidyatmoko, terkait Program Sinergi Gandeng Eksportir (SIGER) yang mendukung munculnya eksportir-eksportir baru.

BACA JUGA:  Nunik - Hijau Daun Ngabuburit Bareng Warga Bumiratu Nuban Ajak Pilih Nomor Tiga

Sementara itu, OJK menyebutkan, per posisi Februari 2021, eskpor Provinsi Lampung mencapai 287,31 Juta US$ didominasi industri pengolahan (237,09 juta US$ atau 82,52%), sektor pertanian (34,15 juta US$ atau 11,89%) dan Sektor Pertambangan (16,07 juta US$ atau 5,59%).

“Kegiatan ekspor tersebut didukung oleh pembiayaan yang disalurkan oleh Industri Perbankan di Provinsi Lampung sebesar Rp1,01 T atau meningkat sebesar 68,24% yoy,” ucap Bambang Hermanto dalam FDG tersebut, hadir bersama Bea Cukai Kanwil Sumatera Bagian Barat, Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia Jakarta, Bank Indonesia Provinsi Lampung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Wagub Chusnunia: Gugus Tugas Provinsi Back Up Penuh Tim Gugus Tugas Kota Bandarlampung

Menurut Bambang, peningkatan ini lebih besar dibandingkan peningkatan penyaluran pembiayaan kegiatan ekspor nasional yang hanya sebesar 10,89% yoy. Penyaluran pembiayaan perbankan di Provinsi Lampung untuk kegiatan ekspor didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran (63,85%) dan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan (21,55%).

“Karena itu masih terdapat kendala yang menjadi tantangan para pengambil kebijakan maupun para pelaku eksportir yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain data base para pelaku UMKM yang berorientasi ekspor, sosialisasi seluk beluk mengenai kegiatan ekspor kepada UMKM, potensi pasar ekspor, dan community development berbasis ekspor (program Desa Devisa dan skema inti plasma komoditi tertentu),” kata dia.

BACA JUGA:  Stand Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Lampung Dilirik Para Pengunjung Tanggamus Expo

Untuk, OJK berharap kegiatan pada hari ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekspor oleh pelaku UMKM di Provinsi Lampung.

” Semoga sinergi bersama ini dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang lebih baik bagi masing-masing kita, perekonomian masyarakat, daerah dan nasional.” ucap Bambang saat menutup sambutannya dalam FDG hadir Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Lampung, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Dinas Peternakan Provinsi Lampung, Balai Karantina Pertanian, Balai Karantina Perikanan dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Provinsi Lampung. (Wahyudin).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Pastikan Ketersedian Beras, Nanang Ermanto Cek Gudang Bulog di Sragi

LAMPUNG1.COM, Lamsel – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto bersama sejumlah pejabat terkait melakukan pengecekan beras …