Rabu , April 14 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Ririn Kuswantari Ajak Generasi Muda Menjadi Generasi Unggul dan Enterprenuer

Ririn Kuswantari Ajak Generasi Muda Menjadi Generasi Unggul dan Enterprenuer

LAMPUNG1.COM,Bandarlampung – Wakil Ketua DPRD Lampung Hj. Ririn Kuswantari, S.Sos, MH, mengajak generasi muda untuk menjadi generasi unggul yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Dia juga mengajak anak muda menjadi entreprenuer muda yang sukses.

Ajakan Ririn Kuswantari juga anggota Fraksi Golkar ini, disampaikan saat menjadi pembicara Webinar Merajut Nusantara “Penguatan SDM di Era Industri 4.0” yang diikuti sahabat Lodewijk di Lampung, Rabu (7/4/2021).

Selain Ririn, tampil sebagai pembicara Webinar ini Letjend TNI (pur) Lodewijk F Paulus (Anggota Komisi I DPR RI Dapil Lampung I) dan Freddy Tulung (Praktisi Kehumasan dan Komunikasi Publik).

Ririn mengatakan, dampak pandemi Covid-19 Pengangguran terbuka di Ptovinsi Lampung berdasarkan Data Statistik sebesar 4,67 persen atau 209,6 ribu orang.

Sedangkan angkatan Kerja di Provinsi Lampung tahun 2020 4,49 juta orang. Naik 127,8 ribu orang dari Agustus 2019. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik 0,64 ‘poin.

Penduduk yang bekerja 4,28 juta orang naik 93,9 ribu orang. Prosentasinya bindang pertanian 4, 16 poin, jasa lainnya 0,29 poin, perdangan 0,08 poin. Pada tahun 2021, Ririn Kuswantari sependapat dengan apa yang disampaikan anggota Komisi I DPR RI Lodewijk F Paulus, ekonomi Indonesia kembali akan bangkit.

BACA JUGA:  Jalan Baru TMMD Bojonegoro, Mudahkan Anak-Anak Belajar Naik Sepeda

Di Provinsi Lampung lanjut Ririn Kuswantari, di tengah pandemi COVID-19, perekonomian Lampung menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan IV 2020 terkontraksi sebesar 2,26% (yoy) atau lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang juga mengalami kontraksi sebesar 2,41% (yoy).

Namun demikian, realisasi pertumbuhan ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan IV 2019 sebesar 5,07% (yoy).

Kondisi ketenagakerjaan Provinsi Lampung pada Agustus 2020 secara umum cenderung meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini tercermin dari peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) dari 69,06% pada Agustus 2019 menjadi 70,16% per Agustus 2020. Kenaikan ini terutama didukung oleh bertambahnya serapan penduduk yang bekerja secara absolut yang mencapai 93,9 ribu pekerja (2,24%). Hal ini mengindikasikan suplai lapangan kerja yang meningkat meskipun ekonomi pada periode laporan mengalami perlambatan dibandingkan triwulan IV 2019 yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Peningkatan angkatan kerja pada periode Agustus 2020 terlihat pada peningkatan angkatan kerja di sektor pertanian dengan penambahan persentasi angkatan kerja sebesar 4,16%. Peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian pada triwulan IV 2020 yang berhasil tumbuh sebesar 0,28% (yoy).

BACA JUGA:  Plt Bupati Nanang Ermanto Serahkan Bantuan Kepada KPRL Desa Taman Agung Kalianda

Berdasarkan data di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Provinsi Lampung Masih banyak perusahaan yang menerima pegawai baru tahun 2021. Sektor Makanan, mini market, BUMN, Bidang Kesehatan, Pendidikan, Perusahaan Telekomunikasi, Media, UMKM dan lain-lain

“Secara keseluruhan tahun 2021, perekonomian Lampung diperkirakan akan tumbuh menguat dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2020 yang terkontraksi sebesar -1,67% (yoy) dengan asumsi kegiatan social distancing akibat pandemi COVID-19 masih akan berlangsung di 2021 meskipun akan menurun seiring dengan meluasnya implementasi vaksin COVID-19. Secara umum, prospek akselerasi ekonomi didorong oleh kembali meningkatnya aktivitas ekonomi pasca perlambatan yang terjadi selama pandemi COVID-19 di tahun 2020 (base effect),” ujar Ririn.

Menghadapi Era Industri 4.0, Wakil Ketua DPRD Lampung ini mengajak anak muda Berjaya. Ririn juga menggalakkan Gerakan Malu Menganggur di kalangan Muda dengan
Mencetak Wirausaha Muda.

Tidak dipungkiri lanjut Ririn, terjadi perubahan jumlah pegawai di pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung. Keputusan untuk mempertahankan jumlah pegawai, mengurangi atau bahkan
menambah jumlahnya merupakan langkah yang harus ditempuh perusahaan
menyikapi situasi pandemi yang berdampak pada aktivitas perusahaan.

BACA JUGA:  Sendangkulon Kembali Sepi, Satgas TMMD Kembali Ke Induk Pasukan

Pengurangan jumlah pegawai relatif lebih
banyak terjadi pada usaha menengah dan besar (UMB) : 52,71%. UMK (30,18%). Data menurut BPS Lampung sebesar 33,23% Perusahaan memilih untuk mengurangi jumlah pegawai yang bekerja. Kemudian 65,62% Perusahaan memilih untuk tidak
mengurangi/menambahkan jumlah pegawai yang bekerja. Sebanyak 1,15% Perusahaan memilih untuk menambahkan jumlah
pegawai yang bekerja.

Ririn melanjutkan, prosentasi perusahaan yang mengurangi pegawai di tengah pandemi Covid-19 bidang ; Konstruksi (51,16 %), Pertambangan dan Penggalian (44,44%), Akomodasi dan Makan Minum (42,37%), Transportasi dan Pergudangan (12,50%), Jasa kesehatan (13,16) dan Air dan pengelolaan sampah (15,00%).

Ririn juga menyampaikan sektor pariwisata Lampung yang sangat potensial bisa dimanfaatkan oleh generasi muda. Kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City yang dibangun di lahan 214 hektare ini akan menjadi kawasan pariwisata tepi laut terbesar yang berada di Sumatera. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus melakukan berbagai langkah untuk mewujudkan Bakauheni Harbour City bisa terwujud pada tahun 2022. Kawasan wisata pantai di pintu Gerbang Sumatera ini lanjut Ririn, anak-anak muda potensial bisa mengambil bagian saat Bakauheni Harbour City sudah berjalan. (Red)

About admin

Check Also

Hasan Basri Maju Pada Pilkakam Tiuh Balak, Kecamatan Baradatu Dengan No urut 04

Lampung1.Com Way Kanan — Calon kepala kampung Tiuh Balak Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Hasan …