Jumat , Juni 4 2021
Home / Peristiwa / Pembubaran Orgen Tunggal, Satgas Covid-19 Tetapkan 2 Tersangka dan Memburu Tersangka Lain

Pembubaran Orgen Tunggal, Satgas Covid-19 Tetapkan 2 Tersangka dan Memburu Tersangka Lain

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Terkait kerumunan akibat adanya orgen tunggal ditengah pandemi Covid-19 di Pekon Karang Agung Kecamatan Semaka yang dibubarkan aparat gabungan TNI, Polri dan Satgas Covid-19, Polres Tanggamus telah menetapkan dua tersangka dan memburu seorang lainnya.

Kedua tersangka berinisial MRK (22) yang berperan menjadi penghubung tersedianya orgen tunggal sekaligus tersangka penyalahgunaan Narkoba, lalu RA (45) selaku selaku kepala pekon(kepala desa )yang berperan sebagai penyandang dana.

Adapun seorang lainnya, berinisial AR (22) masih dalam pengejaran dan ditetapkan DPO yang beperan sebagai ketua penyelenggara orgen tunggal dimana AR juga merupakan ketua pemuda Pekon Karang Agung.

Mirisnya dalam pemberian dana oleh Kakon RA, uang panjar kepada pemilik organ tunggal sebesar Rp5 juta diduga berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD) Pekon Karang Agung.

BACA JUGA:  Fauzi Malanda Apresiasi Pemkab Tulang Bawang Barat

Semua hal itu terungkap, saat Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK memberikan konferensi pers terkait penetapan tersangka kerumunan dan penyalahgunaan Narkoba pada Senin (18/5/21) sore.

“AR selaku inisiator acara dan ketua pemuda Pekon Karang Agung masih dalam pencarian, sementara MRK perannya sebagai penghubung dengan pihak organ tunggal dan memastikan bahwa kegiatan tersebut berizin kepolisian, padahal faktanya Polsek Semaka dan Polres Tanggamus tidak pernah mengeluarkan izin keramaian untuk acara tersebut, lalu RA perannya sebagai orang yang mendanai kegiatan tersebut,” kata AKBP Oni Prasetya didampingi Kasat Reskrim Iptu Ramon Zamora, SH dan Kaur Bin Ops Satresnarkoba Iptu Ujang Srikandi, SH., Senin (17/5/20) sore di Mapolres Tanggamus.

Kapolres menegaskan, “Tentunya ada perkara pidana, sesuai perintah Kapolda Lampung, tidak ada musyawarah, tidak ada negosiasi terhadap hal tersebut. Proses tuntas, dan ini yang saya janjikan di forum ini, akan kami proses tuntas semua,” tegasnya.

BACA JUGA:  Camat Batubrak Ungkap ABP Pekon Kerang 2016, Bermasalah Dari Awal.

Dalam sesi wawancara, Kapolres Tanggamus mengatakan.
“Benar, anak kepala pekon berinisial MRK berperan sebagai penghubung kepada pemilik tersebut, dua-duanya terlibat (kerumunan dan Narkoba), tentunya dua kasus tersebut diproses, tidak ada negosiasi, tidak ada musyawarah dalam hal ini,” tegasnya.

Lanjutnya, bahwasannya untuk kegiatan keramaian tersebut akan dikenakan pidana sesuai dengan hasil koordinasi dengan Kejaksaan yaitu UU Karantina Kesehatan dan bahkan jika memang pendanaan atau uang yang digunakan untuk membayar kegiatan dari ADD, pihaknya bisa saja akan melaksanakan tindak pidana korupsi dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan dan Pemda terkait ADD tersebut, apakah ada dalam ADD tersebut menggambarkan untuk sewa alat musik dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  UIN Diduga Intimidasi Keluarga Korban Pencabulan

“Yang jelas kami tidak main-main, karena dampaknya luar biasa dan juga semoga ini menjadi contoh kepala pekon yang lain, tolong gunakan ADD sebaik mungkin dan sesuai dengan penggunaannya,” ucapnya.

Berkaitan dengan status tersangka, Kapolres menjelaskan bahwa yang berada di Polres Tanggamus adalah perkara Narkoba sebab untuk perkara menyebabkan kerumunan ancaman pidananya dibawah 5 tahun, sesuai dengan pasal 21 KUHAP, tatacara penahanan itu tidak masuk.

“Tetapi itu bukan berarti tidak diproses pidana (walaupun tidak ditahan), pidana tetap jalan,” ucapnya.

Kemudian, terhadap semua yang terlibat dalam menyebabkan kerumunan akan diperiksa. “Semua yang terlibat akan diperiksa,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, tindakan tegas dengan membubarkan kegiatan orgen tunggal tersebut sebagai upaya untuk mencegah covid-19 dan bahaya Narkoba.(Adi).

About admin

Check Also

Plh Danramil 04/Labuhan Batu Terus Sosialisasikan Prokes

LAMPUNG1.COM, Labuhan Batu – Gebrakan Danramil 04/LB memutus matarantai Covid 19 diwilayah teritorialnya secara terus …