Jumat , Juni 4 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Soal Batal Tender 2,4 Miliar, PPK BPSDM Sebut Penyedia Gaptek

Soal Batal Tender 2,4 Miliar, PPK BPSDM Sebut Penyedia Gaptek

LAMPUNG1.COM, BANDARLAMPUNG-Meski sempat disoal peserta proyek penyediaan makan dan minum peserta dan panitia PKA, PKP dan LATSAR Tahun Anggaran 2021 senilai Rp 2,4 Milliar lantaran terdapatnya pembatalan tender hingga mencuat di berbagai media online, Senin (04/05/2021).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung angkat bicara terkait hal tersebut, terlebih penyedia (peserta, red) seharusnya fokus untuk mengetahui aturan baru karena proses tender itu melalui sistem aplikasi.

” Pembatalan tender proyek penyediaan tersebut. Kan ada masa sanggahan selama lima (5) hari, jadi itu tidak diketahui penyedia (peserta, red) karena enggak fokus, mungkin gagal teknologi (gaptek), tentunya itu sumber dari pihak penyedia yang baru ikut,” ujar Yudhi saat diruang kerjanya, Selasa (05/05/2021).

Menurutnya, Ketidaklulusan dari peserta itu ada sesuatu kekurangan persyaratan administrasi dari peserta. Karena semua peserta tercatat didatabase.

BACA JUGA:  Pemkab Pringsewu Berikan Bantuan Hibah Pada Lembaga Vertikal

” Enggak mungkin ada kecurangan karena itu menggunakan sistem aplikasi dalam proses pemilihan penyedia yang dillakukan melalui pelelangan elektronik atau eprocurement,” ucap Yudhi.

Terlebih sambung Yudhi, itu Sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik (SPSE), mungkin penyedia tidak tahu penggunaan sistem aplikasi itu.

” Jadi seharusnya hal tersebut dijadikan pengalaman. Kan masih bisa mengikuti tahun depan, semestinya penyedia mengetahui aturan baru atas adanya informasi itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Yudhi menegaskan, dalam proses tender yang tidak lulus atau ada yang gagal seperti apa itunya enggak tahu. Tapi seharusnya penyedia (peserta, red) lebih tahu karena itu pasti bakal diinformasikan dari pokja pemilihan itu.

” Kalau lebih detailnya untuk seluruh rinciannya yakni Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Lampung lebih paham dan mengerti proses tersebut,” kata dia lagi.

Untuk itu Yudhi memastikan pihaknya hanya melakukan perencanaan dan mengajukan rancangan persiapan pengadaan ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa setelah itu diproses untuk pemilihan melalui tender.

BACA JUGA:  Jadi Khotib Shalat Jumat, Satgas TMMD Gemakan TMMD

” Jadi saya enggak tau lagi seperti apa, dan enggak bisa intervensi terkait pemilihan penyedia ada yang gagal atau ada yang tidak terpenuhi persyaratan peserta,” ungkapnya.

Yudhi menambahkan, proyek tersebut untuk pengadaan anggaran dari kabupaten/kota tidak murni dari APBD Provinsi Lampung. Tapi itu ada kontribusi kabupaten/kota.

” Jadi kami hanya menyelenggarakan saja, sampai saat ini belum mendapat informasi dari ULP, yang pasti ULP Lampung itu bekerja profesional apalagi sudah berpengalaman menangani pekerjaannya tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, Proyek penyediaan makan dan minum peserta dan panitia PKA, PKP dan LATSAR Tahun Anggaran 2021 senilai Rp 2,4 Milliar milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung disoal.

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Cakra Indonesia, sebagai lembaga yang konsen terhadap jalan nya pemerintahan yang bersih dan profesional dan sebagai sosial kontrol menuju Indonesia bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) menyoroti paket proyek tersebut terdapatnya pembatalan yang tidak transparan.

BACA JUGA:  Aksi Curanmor Menimpa Keluarga Wartawan Di Lampung Timur

” Ini citra buruk bagi provinsi Lampung, karena itu saya merasa lebih terpanggil dengan adanya pembatalan tender tersebut,” ujar Fauzi Malanda RdB, juga merupakan Pendiri LSM CAKRA INDONESIA, Selasa (04/05/2021).

Fauzi berpendapat bahwa bukankah tahapan sejak pengumuman sampai dengan penentuan perengkingan dan di ikuti 19 Perusahaan. Dalam rekapitulasi itu juga telah di dapat oleh panitia dua (2) perusahaan yang memenuhi peringkat ranking.

” Satu (1) dan dua (2) diantara ranking satu (1) adalah Perusahaan Dian Anugrah. Sedangkan 17 Perusahaan lain tidak ada penawaran dalam perengkingan tersebut,” ucap sosok Tokoh Pemuda yang dikenal kritis dan tegas ini. (red).

About admin

Check Also

Babinsa SerkaHasan Basri Cek Suhu Tubuh warga Dipasar Tradisional, Ingatkan Warga Pakai Masker

LABUHANBATU, Lampung1.com – Masih banyaknya masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, apalagi dipasar pasar tradisional, …