Jumat , Juni 4 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Metro / Wakil ketua bidang pembelaan wartawan PWI lampung minta Polisi Usut Kasus Wartawan Metro tv Lampung

Wakil ketua bidang pembelaan wartawan PWI lampung minta Polisi Usut Kasus Wartawan Metro tv Lampung

LAMPUNG1.COM – Minta Polisi segera mengusut kasus kekerasan dan intimidaai terhadap wartawan, karena menghalang halangi kerja wartawan yang di lindungi Undang. Pelaku harua segera ditangkap dan di proses hukum  apalagi mayoritas pelaku itu di kendalikan orang orang orang yang berpedidikan, dan tahu hukum.

“Kita minta korban juga segeta melaporkan peristiwa itu kepada penwgak hukum, terutam kepolisian. Sehingga ada efek jera, sekaligus pembelajaran kepada masyarakat tentang kemetdekaan pers. Apalgi jelas jelas melakukan kegiatan jurnalistik. Kita minta pelaku di proses hukum,” kata Wakil Ketua PWI Lampung Bidang Pembelaan Wartawan Juniardi SIP MH.

BACA JUGA:  Lambar Raih WTP 8 Kali Berturut-turut

Juniardi menambahkan berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang undang no 40 Tahun 1999 atau UU Pers, menyebutkan pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis uraian yang tersedia.

BACA JUGA:  Rehab Aladin TMMD Bojonegoro, Satgas Pasang Asbes Atap Rumah Bersama Warga

“Pada dasarnya pers mempunyai kemerdekaan dalam menjalankan profesinya. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hal mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi (Pasal 4 ayat (3) UU Pers). Ini berarti pers tidak dapat dilarang untuk menyebarkan suatu berita atau informasi jika memang hal tersebut berguna untuk kepentingan publik,” kata Juniardi.

Menurut Juniardi, kemerdekaan pers tersebut juga dikatakan dalam Kode Etik Jurnalistik Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

BACA JUGA:  Setelah Mengamuk, Massa Masih Berjaga di Dermaga Kuala Penet

“Akan tetapi, dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama. Ini berarti kemerdekaan pers itu tidak tanpa batas. Hal-hal yang membatasinya yang perlu diperhatikan oleh pers dalam memuat beritA adalah berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah (Pasal 5 ayat (1) UU Pers),” katanya.(Red)

About admin

Check Also

Babinsa SerkaHasan Basri Cek Suhu Tubuh warga Dipasar Tradisional, Ingatkan Warga Pakai Masker

LABUHANBATU, Lampung1.com – Masih banyaknya masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, apalagi dipasar pasar tradisional, …