Kamis , Juli 29 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Perusahaan dan Warga Mandah Sepakat Peledakan Batu Kapur Tetap Jalan

Perusahaan dan Warga Mandah Sepakat Peledakan Batu Kapur Tetap Jalan

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Permasalahan masyarakat Desa Mandah, Kecamatan Natar dengan PT. Bangun Lampung Jaya terkait peledakan batu kapur menemui titik temu.

Hal ini terungkap dalam rapat permasalahan masyarakat Desa Mandah dengan PT. Bangun Lampung Jaya, Selasa, 8 Juli 2021, di Ruang Asisten Ekobang Setkab Lampung Selatan.

Hadir dalam rapat itu, Plh Asisten Ekobang Lampung Selatan Muhadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Lamsel Martoni Sani, Perwakilan Polda Lampung Irawan, Perwakilan Polres Lamsel dan Danramil Natar Kapten Yudi, Perwakilan warga Desa Mandah Sutrisno dan Perwakilan PT.Bangun Lampung Jaya Charli Ong.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Lampura Bersepeda Santai Bersama Masyarakat

Setelah debat panjang akhirnya, disepakati oleh warga dan pihak perusahaan tambang batu kapur itu.

Kepala DPMPPTSP Lampung Selatan Martoni Sani, membacakan 13 point kesimpulan dari kesepakatan antara warga Deaa Mandah, Kecamatan Natar dan PT. Bangun Lampung Jaya yakni Fokus mediasi adalah pada dua poin vaitu tonase kendaraan yang melalui jalan dan kegiatan peledakan. Sementara dampak limbah jika ada limbah maka bisa menjadi dasar laporan kepada
penegak hukum karena ada undang undangnya, Jika ada kerugian yang ditimbulkan oleh kegiatan perusahaan maka perusahaan wajib
bertanggung jawab atas kerusakan tersebut tentu dengan pembuktinya.

BACA JUGA:  Ucapan Terima Kasih Terus Berdatangan Kepada Satgas TMMD Ke 110 Kodim 1206/PSB Dari Warga Dusun Tintin Kemantan

Lalu, Perusaan tetap melakukan peledakan namun demikian akan menurunkan intensiasnya, perwakilan warga sudah mehami mekanisme perizinan dan kegiatan operasional, Pada prinsipnya warga masyarakat setuju tetap adanya kegiatan peledakan namun dengan intensitas yang dikurangi, Intensitas peledakan dikurangi dari 25 menjadi 10 titik, Waktu peledakan disepakati siang hari.

Kemudian,  Kendaraan yang melalui jalan diusahakan adalah kendaraan kecil (10 ton) jika perusahaan akan mobilisasi alat berat/ kendaraan dengan tonase besar terlebih dahulu
berkoordinasi dengan aparat Desa,
Kendaraan perusahaan yang beroperasi maksimal sampai jam 21.00 WIB, Kecepatan kendaraan angkut perusahaan maksimal 30 KM/Jam, Setiap melakukan kegiatan blasting (rencana peledakan) harus melalui persetujuan warga dan Perusahaan memiliki rencana pemindahan lokasi.

BACA JUGA:  Walikota Lepas Tim HPN 2019 PWI Kota Metro

Sementara itu, dalam rapat pembahasan permasalahan warga dengan PT. Bangun Lampung Jaya, Perwakilan perusahaan Charli Ong, menyatakan siap merawat jalan yang dilalui perusahaan.

“Bahkan, jika ada kerusakan rumah waga¬† yang ditimbulkan akibat peledakan siap memperbaikinya,” ujarnya.

Plh Asisten Bidang Ekobang Setkab Lampung Selatan Muhadi, meminta antara perusahaan dan warga Desa Mandah saling koordinasi.” Pihak perusahaan juga jangan siap -siap saja pada saat rapat. Tapi, berkoordinasilah uang baik dengan warga sekitar,”katanya. (Nata)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Dikepimpinan Dendi Ramadhona, Pesawaran Raih Penghargaan KLA 2021

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Kabupaten Pesawaran meraih Penghargaan KLA 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen …