Rabu , Agustus 4 2021
Home / Peristiwa / Warga Cakat Raya Kecewa Kepada Winarti, Terbengkalainya Wisata Cakat Raya

Warga Cakat Raya Kecewa Kepada Winarti, Terbengkalainya Wisata Cakat Raya

LAMPUNG1.COM,┬áTulang Bawang – Dilema Wisata Cakat Raya yang selama ini viral dipemberitaaan, membuat kepala kampung Menggala angkat bicara serta mengungkapkan sedikit kekecewaan masyarakat sekitar di Tulangbawang. Selasa (15-6-2021)

Dalam penjelasannya kepala kampung Menggala, Bambang Sumantri saat dikonfirmasi dikantornya beberapa hari lalu mengatakan, mewakili masyarakat Tulangbawang mengharapkan kepada Bupati kedepan agar objek wisata cakat raya yang kerangkanya sudah dibangun oleh Bupati terdahulu Mance dapat direhap dan diperbaiki agar menjadi salah satu objek wisata budaya Nusantara.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan awal pembangunan destinasi wisata cakat raya yang semula pembangunan nya ada sekitar 10 rumah adat yang telah dibangun pada Tahun 2009 dimulai dengan empat rumah adat yaitu rumah adat Jawa, Bali, Padang, Batak dan 1 Miniatur Candi. Kemudian pembangunan dilanjutkan pada Tahun 2010 lima rumah adat, Yaitu rumah adat Kalimantan, Sulawesi, Papua, Aceh dan Lampung.

BACA JUGA:  Harapan dan Do'a Ibu Riana Sari Arinal Saat Berikan Donasi Untuk Korban Tsunami di Lampung Selatan.

“Besar harapan masyarakat Tulangbawang untuk memiliki wisata yang dapat menarik orang luar ke Kabupaten kita, karena kita sebagai Kabupaten induk saat ini kalah dari kabupaten pecahan kita yaitu Tubaba dan Mesuji. Lebih baik Perbaiki dahulu rumah adat yang sudah ada itu untuk direhap serta diadakan pemeliharaan karena sejak Tahun 2010 sampai sekarang tidak ada pemiliharan, saya sudah pernah mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk diadakan perawatan wisata tersebut,”ungkapnya

BACA JUGA:  Pemkab Tuba Akan Siapkan Tempat Pedagang Takjil Selama Ramadhan

Lanjutnya lebih dalam,untuk Pembangunan ruko yang ada di destinasi wisata cakat raya, dirinya menilai bahwa pembangunan tersebut kurang tepat, mengingat sudah ada tempat pusat jajanan dan makanan khas Tulangbawang didekat lokasi destinasi wisata cakat itu.

Mengenai permasalahan tanah, kepala kampung cakat raya menjelaskan, luas tanah lahan objek wisata tersebut seluas 14 hektar dengan rincian pembayaran dengan sistem berjenjang sebanyak 5 kali pembayaran, yang pertama Tahun 2008 sekian hektar, 2009 sekian hektar, 2011 sekian hektar, 2012 sekian hektar dan terakhir dizaman Hanan Tahun 2016 2 hektar sisa dari luas lahan tersebut.

BACA JUGA:  Andai Saja TMMD Digelar Tiap Tahun di Pantirejo'

“Selama ini saya sudah sering beberapa kali mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan taman tersebut, namunkan tidak bisa setiap waktu kita bergotong royong mengajak masyarakat kesana,karena itu kan aset Pemda yang mana, seharusnya pihak mereka yang lakukan,”tandasnya.

Terpisah,saat ini untuk fakta dilapangan, terkait aset sebagian tanah tersebut terlihat ditanami pohon singkong, oleh karena itu patut di pertanyakan aset negara kenapa dibuat untuk berkebun.(mad)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Bahas Covid-19 Masa PPKM, Brigif 4 /BS Marinir dan PWI Pesawaran Perkuat Sinergi

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Brigif 4/BS Marinir Lampung dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran perkuat sinergitas diberbagai …