Senin , September 20 2021
Home / hukum / Ini Kata Pengacara Agus Floureze Soal Laporan Yusuf Hamka Terhadap Bank Muamalat

Ini Kata Pengacara Agus Floureze Soal Laporan Yusuf Hamka Terhadap Bank Muamalat

LAMPUNG1.COM, Jakarta – Dalam kajian hukum yang dilakuan LBH Phasivic ini, Kasus pelaporan Yusuf Hamka terhadap salah satu Bank Syariah yakni Bank Muamalat tergolong permasalahan sengketa perdata, karena telah diatur dalam Perjanjian Kredit antara Yusuf Hamka dan Bank Syariah Muamalat tersebut.

Atau langkah sengketa antara Debitur dan Kreditur diselesaikan ditingkat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam ranah OJK pula menolak sengketa jika perkara tersebut sudah dilaporkan kepihak Kepolisian.

Demikian disampaikan Gus Agus Floureze saat melakukan Diskusi Zoom Meeting, Minggu (25/7).

Pengacara Hercules ini mengatakan pula, kasus ini sederhana yang tidak perlu dibawah keranah hukum, karena murni sengketa perjanjian kredit.

”Jika Yusuf Hamka Keberatan nilai Denda dan Bunganya Cukup tinggi, Harus menggunakan Jalur OJK atau Peradilan Umum,” tegas Pengacara Hulayat Papua Barat ini.

Dia menerangkan Pula, Bunga Rp. 20 Miliiyar itu biasanya kredit dengan nilai diatas Rp. 1 Triliun, sehingga bisa saja hutang kredit Hamka diatas Rp. 1 Truliun.

BACA JUGA:  Kader PDIP Daftar Balon Wakil Bupati Ke Partai GOLKAR Lampung Timur

Pendiri Yayasan Lembaga Konsumen di Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara ini, mengatakan pula, bahwa Yusuf Hamka mengatakan Bank Syariah Tersebut dikategori Pemerasan, tidak bisa dikatakan Pemerasan, karena Utang dan Denda diatur dalam Sistim Perbankkan tersebut. Kecuali adanya Oknum Bank diluar Sistem meminta Uang sebesar Rp. 20 M.

” Disini Hati hati Penyidik melihat Perkara ini, jangan salah melakukan Penyelidikan,” Tegas Pengacara di Lantai 41 Plaza Indonesia ini.

Terkait Yusuf Hamka yang juga pengusaha jalan tol itu menceritakan, dirinya ingin melunasi utang senilai Rp 790 miliar. Tetapi pihak bank baru mengizinkan apabila dia mau membayar senilai Rp 20 miliar, Karena dimungkinkan Hutang Kreditnya diatas Rp.1 Triliun.

Agus mengatakan pula, silakan Yusuf Hamka melapor karena merupakan Hak Sebagai Warga Negara, akan tetapi Tim Pengacara Bank Syariah dengan Pengacara yang cukup tangguh dapat Melapor Balik Pula, dengan Tuduhan Pencemaran Nama Baik Melalui ITE .

BACA JUGA:  Sibuk TMMD, Satgas TMMD Sempatkan Ziarah Makam Keramat Mbah Mesir

Belakangan Yusuf Hamka Telah Membuat Klarifikasi Atas Pernyataannya, Bahwa Bank Syariah Berprilaku Zolim dan Mendiskreditkan Dirinya. Diantara Pernyataan Sikapnya :

Saya mohon maaf kepada semua pihak bahwa saya tidak bermaksud menuduh atau mendiskreditkan perbankan syariah kejam. Pernyataan tentang perbankan syariah yang dalam pemberitaan disebutkan “kejam” tersebut adalah respon jawaban spontan saya terhadap pertanyaan wartawan dan pertanyaan host salah satu acara podcast youtube.
2. Kami mendukung sepenuhnya Perbankan Syariah dan saat ini kami telah menggunakan pembiayaan dari bank syariah untuk pembangunan infrastruktur jalan tol di Bandung dan kami juga akan mendapatkan fasilitas pembiayaan perbankan syariah untuk proyek infrastruktur jalan tol lainnya
yang nilainya juga cukup besar.

3. Permasalahan yang terjadi sebenarnya bukan terkait sistem dan perbankan syariah, melainkan terkait hubungan nasabah dengan bank dimana ada proses negosiasi dalam penyelesaian kewajiban pembiayaan yang belum memperoleh kesepakatan antara kami selaku nasabah dengan sindikasi bank syariah yang terdiri dari beberapa bank syariah.

BACA JUGA:  PT BNIL Langgar UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup

4. Permasalahan tersebut menyangkut pelunasan dipercepat atas pembiayaan sindikasi dari bank syariah, dimana terdapat persepsi dan perbedaan perhitungan kewajiban pelunasan tersebut antara perhitungan dari pihak kami dengan pihak bank sindikasi.

5. Sebenarnya pihak kami dan bank syariah sindikasi sudah melakukan beberapa kali pertemuan dan mencapai kesepakatan dalam beberapa hal, namun masih ada hal yang masih belum memperoleh kesepakatan dari kami.

6. Pembiayaan sindikasi tersebut dikucurkan sindikasi 7 (tujuh) Bank Syariah kepada PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) pada tahun 2016. PT CMLJ mendapatkan fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp 834 miliar, dengan akad pembiayaan Al Murabahah (akad pembiayaan jual beli) dengan indikasi
yield/marjin setara 11%, tenor 14 tahun (168 bulan), untuk proyek pembangunan jalan tol Soreang – Pasirkoja Bandung (Soroja).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Haryadi Siap Maju Pemilihan Ketua APDESI Pringsewu Jika Muscablub LAMPUNG1.COM, Haryadi kepala Pekon Madaraya Kecamatan …