Kamis , Oktober 28 2021
Home / Ruwa Jurai / Pesawaran / Seorang Ayah Tewas Di Pesawaran Bukan Gantung Diri, Dibunuh Anaknya

Seorang Ayah Tewas Di Pesawaran Bukan Gantung Diri, Dibunuh Anaknya

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Tewasnya seorang ayah bernama Moh. Yamin (76) warga Tomang Banjir Kanal RT 003/RW 014 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terkuak setelah

Tim Inafis Polres Pesawaran melakukan indentifikasi dan penyelidikan terhadap kematiannya bukan
gantung diri, melainkan dibunuh anak kandungnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Tanjung Jati, Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, pada Minggu tanggal 26 September 2021 sekira jam 14.30 wib di rumah pelaku Ubaiy (37) merupakan anak kandung korban dibunuh lantaran permasalahan keluarga.

” Selain, tim melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi-saksi. Tim juga membawa korban ke rumah sakit Bayangkara untuk dilakukan tindak medis berupa ver luar dan ver dalam terhadap korban. Dari hasil serangkaian penyelidikan yang dilakukan, tim menemukan petunjuk bahwa ada nya tindak pidana lain dalam peristiwa tersebut,” ujar
Kapolsek Kedondong AKP Amin Rusbahadi, mewakili Kapolres Pesawaran, AKBP Vero Aria Radmantyo, S.Ik., M.H kepada wartawan, Selasa (28/09/2021).

BACA JUGA:  Personil TNI & Polri Amankan Pemakaman Pasien COVID-19 Di Lampung Timur

Sambung Kapolsek, serangkai tindakan penyelidikan tentang telah terjadinya peristiwa dugaan gantung diri terhadap korban tersebut dipimpin Kanit Reskrim Bripka Andhika Ramadhona, S.IP bersama dengan tim inafis Polres pesawaran melakukan indentifikasi terhadap korban dan olah TKP di tempat kejadian perkara tersebut.

” Tim langsung mengumpulkan keterangan-keterangan lain hingga akhirnya tim mendapat petunjuk kearah pelaku pembunuhan tersebut. Setelah itu tim langsung bergerak mengamankan pelaku yang di duga anak kandung korban bernama Ubaiy yang merupakan anak kandung korban,” jelas AKP Amin Rusbahadi.

BACA JUGA:  OJK Kunjungi Pemprov Lampung

Setelah dilakukan interogasi, lanjut Kapolsek, pelaku bernama Ubaiy (37) mengakui perbuatannya melakukan pembunuhan terhadap orang tuanya dikarnakan permasalahan keluarga. Pelaku berikut barang bukti di amankan di Polsek kedondong untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

” Barang bukti (BB) yang diamankan adalah 1 (satu) buah unit alat serutan es yang terbuat dari kayu balok berwarna coklat dengan tempelan fiber warna hijau terbungkus plastik bening, 1 (satu) utas tali rafia warna hitam berukuran 140 cm, 1 ( satu ) bilah pisau, 1 ( satu ) buah gunting, 1 ( satu ) buah kursi kecil berwarna coklat, 1 ( satu ) helai baju koko warna putih, 1 ( satu ) buah celana dasar warna cream,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Menkominfo Pastikan Hadiri HPN 2017 di Ambon

Menurutnya, dari tindak lanjut terungkapnya kasus tersebut sebelumnya pelaku Ubaiy memukul korban dengan menggunakan 1 ( satu ) unit alat serutan es yang terbuat dari kayu balok berwarna coklat dengan tempelan fiber warna hijau di bungkus plastik bening mengenai bagian belakang kepala korban hingga korban jatuh.

” Ketika korban jatuh, lalu Pelaku mengambil seutas tali rafia berwarna hitam dan menjerat leher korban hingga korban meninggal dunia, kemudian Pelaku menggantung korban dengan menggunakan tali rafia dengan mengikat leher korban lalu menggantung nya di kasau atap genteng rumah di bagian dapur rumah pelaku, agar berpura-pura seolah-olah korban meninggal karena gantung diri. Akibat kejadian tersebut korban meninggal dunia,” pungkasnya. (Wahyudin).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Wakil Bupati Lantik 2 Kepala Dinas Di Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Wakil Bupati Hi Azwar Hadi, memimpin prosesi Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi …

PEMBANGUNAN DESA SUKAJAYA LEMPASING