Selasa , November 30 2021
Home / Ruwa Jurai / Pesawaran / Ditinjau Komisi IV DPR RI, Pemkab Pesawaran Genjot Produksi Garam Pulau Legundi

Ditinjau Komisi IV DPR RI, Pemkab Pesawaran Genjot Produksi Garam Pulau Legundi

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Pemerintah Kabupaten Pesawaran genjot pengembangan potensi garam rakyat menuju garam industri Pulau Legundi kembali ditinjau Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, SE, bersama Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian KP, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc didampingi Bupati Dendi Ramadhona Kaligis, pada Selasa (19/10/2021).

Menurut Kepala Desa Pulau Legundi, Ahmad Khoidir menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kunjungannya ke Pulau Legundi dalam rangka meninjau produksi garam ini.

” Produksi garam ini tentu dikelola oleh Kelompok Usaha Bersam Terang dan Garam Indonesia (KUB Tegarindo) bertempat di Dusun Labuan Agung RT/RW 011/004 Desa Legundi, Kecamatan Punduh Pedada,” ujar Kades setempat, saat dihubungi lampung1.com, Selasa (19/10/2021).

Untuk itu lanjut Kades berharap atas kunjungan ini bisa membawa Desa Pulau Legundi lebih baik lagi, selain mendorong kemajuan petani garam juga dapat mendorong berbagai potensi strategis lainnya bersama pemerintah desa.

” Desa Legundi memiliki berbagai potensi strategis yang belum tergali, selain, potensi wisata dan pertanian, juga layak menjadi sentral usaha lainnya, tentu sangat mendukung kehadiran anggota Komisi IV DPR RI, Dirjen PRL KKP, dan Pak Bupati Dendi,” tandas Ahmad Khoidir.

BACA JUGA:  Kemendagri Dorong Daerah Budayakan Inovasi

Sebelumnya, Provinsi Lampung bakal disebut salah satu sebagai produksi garam terbesar, tepatnya di Kabupaten Pesawaran. Selain penghasil garam, juga sebagai destinasi wisata menempati posisi tingkat nasional salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari kunjungan wisatawan.

” Kabupaten Pesawaran terus berinovasi sebagai sentral produksi garam dengan teknologi rumah prisma yang dikembangkan oleh Koperasi Terang dan Garam Indonesia (Tegarindo) siap panen dengan produksi per harinya 1 ton dikemas menjadi garam halus ataupun garam kasar,” ujar Wawan Murtiawan selaku Koordinator Produksi KUB Tegarindo, bersama tim kerjanya, Sugeng, Pulung, dan Herdi di Dusun Labuan Agung RT/RW 011/004 Desa Legundi Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Senin (05/07/2021).

Menurut Wawan, teknologi rumah prisma ini ditemukan oleh bapak Arifin Jami’an dari Lamongan, Jawa Timur, dan dikembangkan di Kabupaten Pesawaran khususnya di Provinsi Lampung.
Teknologi ini satu-satunya di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Pesawaran.

BACA JUGA:  Melalui Komsos Satgas TMMD Bojonegoro Dukung Peternak Sapi

” Bahkan di Sumatera baru satu-satunya memproduksi garam dengan menggunakan teknologi ini dengan cara kita mengambil air laut yang berada di Pulau Legundi, berdekatan dengan lautan Hindia Australia. Kadar air laut disini masih bagus dan tidak begitu banyak sampah atau pencemaran dengan harapan hasil produksi garam disini punya kualitas yang bagus,” kata dia.

Lanjut Wawan, prosesnya air laut disedot pakai pompa dan di simpan di banker air agar bebas dari sampah maupun unsur organik yang diendapkan, sedangkan air banker itu sendiri untuk petakan-petakan pemilihan. Artinya unsur-unsur lain, bukan garam atau bukan garam -garam NHCL itu akan mengendapkan disitu sampailah menjadi air tua. Air tua itu sendiri adalah air yang siap menjadi garam.

” Setelah itu proses terakhir adalah kristalisasi untuk air tua tadi di masukan ke dalam rumah kristalisasi.
Jadi disitulah kristalisasi-kristalisasi terjadi dan menjadi garam-garam NHCL yang biasa dikonsumsi di dapur sebagai bumbu makanan. Dan dari hasil produksi garam di Pulau Legundi ini telah melalui uji lab, dan hasilnya ternyata mempunyai kandungan NHCL cukup tinggi kader garamnya,” jelas Wawan.

BACA JUGA:  Semangat Gotongroyong Tergambar Dalam Program TMMD 109

Setelah itu, tambah Wawan, uji lab ini di analisasi hasilnya mencapai 99,61 % kadar garamnya dan ini sangat-sangat baik, layak dikonsumsi, terlebih untuk industri garam. Produksi garam ini sangat aman karena natural, tidak ada campuran bahan kimia karena ini murni dari air laut.

” Kristal-kristal garam ini siap di panen dan dikemas olahan menjadi garam halus ataupun garam kasar. Kalau proses air tua yang telah disedot dari air laut tersebut ke banker itu masa waktunya sekitar dua bulan. Namun untuk menjadi kristalisasi-kristalisasi itu kurang lebih mencapai waktu dua minggu dan sudah bisa panen,” tutupnya. (Wahyudin).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Polisi Amankan 1 Terduga Kasus Pengeroyokan Di Tanjung Bintang

LAMPUNG1.COM, Pihak Kepolisian berkomitmen untuk melakukan proses penegakan hukum secara profesional dan berimbang, pada penanganan …

PEMBANGUNAN DESA SUKAJAYA LEMPASING