Selasa , November 30 2021
Home / Ruwa Jurai / Pesawaran / Seorang Pemuda Tewas Gantung Diri, Keluarga Tolak Outopsi Jenazah Tegar

Seorang Pemuda Tewas Gantung Diri, Keluarga Tolak Outopsi Jenazah Tegar

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Seorang pemuda (20) tewas gantung diri di belakang rumah korban Desa Karang Anyar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menolak dilakukan outopsi setelah

dilakukan Identifikasi dari Tim INAFIS Polres Pesawaran.

” Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk di lakukan outopsi dan menyadari bahwa kejadian tersebut musibah bunuh diri,” ujar Kapolsek Gedong Tataan, Kompol Hapran, mewakili Kapolres Pesawaran, AKBP Vero Aria Radmantyo dalam pers rilisnya kepada wartawan, Selasa (17/10/2021).

Menurutnya, korban telah dilakukan Identifikasi dari Tim INAFIS Polres Pesawaran dan pemeriksaan dari Puskesmas Gedong tataan tidak adanya benturan benda keras pada tubuh korban, mulut menjulurkan lidah dan mengeluarkan sperma, bekas luka jeratan di leher.

BACA JUGA:  Tantangan Ekonomi Lampung Berasal dari Eksternal Maupun Internal

” Rencana jenazah korban akan di kebumikan di pemakaman Umum Desa Karang Anyar pada hari ini tanggal 17 Oktober 2021 jam 11.00 wib,” jelas Kapolsek.

Lebih lanjut sambung Kapolsek, menurut keterangan dari kakak korban Anes Padilah bahwa korban tidak pernah mempunyai masalah maupun penyakit, namun
pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2021 sekira jam 18.00 pacar korban Sdr. Ruskianti (19) datang ke rumah korban dan pulang sekitar pukul 19.30 wib.

” Pacar korban tersebut merupakan mahasiswi, alamat Desa Kutoarjo Kec. Gedong Tataan Kab. Pesawaran, atas sepengetahuan kakak korban tidak ada permasalahan dan pacar korban juga sering main kerumah korban,” jelas Kompol Hapran.

BACA JUGA:  Cabuli Anak Tirinya Dibawah Umur Pria 46 Tahun Ditangkap Polisi

Lebih dari itu, Kapolsek menerangkan, dari olah TKP mengamankan barang bukti berupa tali kain warna hitam dengan panjang sekitar 150 CM, kaos warna hitam yang bertuliskan speakout dan celana pendek warna Hitam.

” Selanjutnya mencatat keterangan saksi-saksi serta mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) sebab- sebab korban gantung diri. Dari keterangan saksi-saksi kejadian itu pada hari Minggu tanggal 17 Oktober 2021 sekira jam 05.00 wib,” terangnya.

Masih dijelaskan Kapolsek, menurut keterangan para saksi Sahrul dan Istri saksi bernama Badriyah hendak ke sungai buang air besar di belakang rumah korban, dan melihat orang berdiri di bawah pohon jambu dengan jarak sekitar 10 meter.

BACA JUGA:  Ridho Hadiri Seminar Nasional Munas Barat LEMHI BEM FH

” Saksi sambil memanggil karna diam saja selanjutnya saksi pulang dan mengira orang tersebut orang gila, kemudian saksi memberitahu kepada Sdr. Zailani bahwa ada orang gila di kali bawah pohon jambu,” terangnya.

Setelah itu, tambah Kapolsek, saksi lain adalah Sdr. Zailani bersama sdr. Arbi Sutana merupakan orang tua korban melihat di belakang rumah korban dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon jambu dengan posisi leher terikat tali kain warna hitam.

” Korban tewas terikat di pohon jambu, selanjutnya saksi zailani memotong tali dengan menggunakan arit sedangkan orang tua korban memegang badan korban,” pungkasnya. (Wahyudin).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Polisi Amankan 1 Terduga Kasus Pengeroyokan Di Tanjung Bintang

LAMPUNG1.COM, Pihak Kepolisian berkomitmen untuk melakukan proses penegakan hukum secara profesional dan berimbang, pada penanganan …

PEMBANGUNAN DESA SUKAJAYA LEMPASING