Kamis , Januari 27 2022
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Darwis: Bola Voli Sudah Tujuh PON Tidak Lolos, Diperlukan Ketua Pengprov Yang Tepat

Darwis: Bola Voli Sudah Tujuh PON Tidak Lolos, Diperlukan Ketua Pengprov Yang Tepat

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Prestasi Bola Voli Lampung dikancah Nasional memang sangat memprihatinkan selama ini bahkan dengan prestasi terakhir lolos PON ke-XIII di Jakarta untuk nomor Bola Voli Putri Indoor, dan sejak itu tidak lagi pernah lolos lagi. Beberapa kali lolos justru dari nomor Bola Voli Pasir putra.
Maka dari itu sudah saatnya Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Lampung harus segera mencari sosok Ketua Pengprov yang benar-benar mengerti pembinaan Bola Voli dan peduli dengan cabang olahraga ini.
Demikian diungkapkan Darwis, seorang tokoh Bola Voli senior provinsi Lampung kepada lampungsport.com, Rabu 1 Desember 2021 di PKOR Way Halim Bandarlampung.
“Saya kok jadi tambah miris melihat perkembangan Bola Voli kita belakangan ini. Bukannya naik malah terus menurun, terutama di Indoor. Bahkan terakhir saya dengar bahwa pemilihan Pengprov PBVSI seperti sudah diarahkan ke satu nama, yang menurut saya mohon maaf sama sekali tidak paham soal bola voli. Saya waktu itu ada doi Papua, ketika Musprov itu katanya aklamasi, memilih Bunda Eva,” kata Darwis.
Dia menambahkan, bahwa tidak perlu dipaksakan harus pejabat yang memegang tampuk pimpinan olahraga, apalagi saat ini Bunda Eva sudah menjadi Ketua KONI Kota Bandarlampung.
“Saya heran kenapa para pemilik suara ini kok bias sampai dengan miudahnya menyerahkan suaranya untuk Bunda Eva, padahal mereka tahu, Bunda Eva adalah Walikota Bandarlampung yang super sibuk dan beliau juga Ketua KONI Bandarlampung. Apa maksudnya ini? Saya ini orang bola voli lo. Gak tau sama sekali scenario ini.” Tambah Darwis.
Dengan memberikan beban kepada Bunda Eva yang sedemikian berat itu, Darwis menganggap bahwa justru ini menjadi boomerang bagi Bunda Eva sendiri, karena secara teknis sama sekali tidak paham soal pembinaan bola voli.
“Nah ini merupakan jebakan betmen menurut saya. Kasihan reputasi Bunda Eva sebagai Walikota yang sangat sibuk, hanya dipasang Namanya jadi ketua, dan kelak akan dicibir karena dianggap tidak mampu. Saya sedih. Bunda Eva kan Ketua KONI yang secara PD PRT KONI, tidak boleh rangkap jabatan memegang Cabang Olahraga. Apa mereka sengaja melanggar aturan itu yaa,” ujar Darwis setengah bertanya.
Darwis mengatakan bahwa jika KONI Lampung meloloskan ini dan memberikan rekomendasi, maka ada yang salah di sini. “Ada hal yang fatal akan terjadi dalam aturan yang berlaku. Ujung-ujungnya yang terkena sangsi ya Bunda Eva to. Kok tega yaa. Membuat scenario yang begini,” tambahnya.
Dalam hal ini ada dua hal penting yang seharus dipikirkan Pengprov PBVSI Lampung, yakni bagaimana bias mengembalikan prestasi Bola Voli Lampung ke jalur nasional, dan kemudian bagaimana membuat program regenerasi yang apik ke depan.
Maka dari itu, harus dimulai dari cara berorganisasi yang baik dan benar. Tidak sembarangan dalam menetapkan aturannya sendiri.

BACA JUGA:  Agung Harapkan Wartawan Mempersiapkan Diri Sebelum UKW

“Bisa saja Bunda Eva terus memimpin Bola Voli Lampung, tetapi harus melepaskan jabatannya sebagai Ketua KONI Bandarlampung dulu dong. Ini kan sudah ada di PD PRT KONI, jelas sekali. Kalau begini Bunda Eva malah dijadikan korban. Apakah ini tak dipikirkan lebih jauh oleh teman-teman saya itu. Menurut saya, serahkan kepada orang-orang yang benar-benar orang Bola Voli dan peduli sepenuhnya, bukan sambilan atau hanya sebagai symbol saja,” tandasnya.
Bola Voli itu, tambah Darwis, adalah olahraga rakyat, yang cukup popular setelah Sepakbola di Indonesia ini. “Materi pemain cukup banyak dan sekarang ini justru banyak pemain Lampung yang bermain di Jogjakarta dan provinsi lainnya, karena di Lampung kurang perhatian, apalagi pembinaan yang berkesinambungan. Makanya mereka banyak yang bermain di luar dan kapasitasnya pemain level nasional. Kan kita sendiri yang rugi,” tuturnya.

BACA JUGA:  Satgas TMMD 107 Kudus Pasang Keramik Dirumah Ibadah

Darwis yang merasa prihatin dengan situasi ini berharap tidak ada pengkotak-kotakan lagi di Lampung, karena prestasinya yang memble, tapi pengurusnya percaya dirinya berlebihan.

“Cobalah dikumpulkan para senior dan pelaku olahraga Bola Voli dan diajak bicara urun rembug. Jangan meriah sendiri. Ujungnya kayak Katak dalam Tempurung, yang di sini-sini aja kita ini. Gak kemana-mana. Dengan persoalan status Bunda Eva ini pasti akan terjadi stagnasi. Padahal PON sudah ada di depan mata lagi. Apa iya kita hanya akan begini-begini saja? “ tambahnya.

BACA JUGA:  Camat Tambakrejo Dukung Program TMMD Kodim Bojonegoro

Darwis menyarankan agar pengurus PBVSI Lampung legowo dengan situasi ini, karena harus diadakan kembali pemilihan Ketua yang jauh lebih aman untuk aturan dan menjanjikan prestasi ke depan.

“Sudahlah jangan dipaksakan Bunda Eva, kasihan beliau kalua hanya untuk symbol saja. Untuk tameng saja. Jangan lah dibuat begitu. Kita masih punya tokoh-tokoh yang berkenan untuk membina Bola Voli lo, bukan hanya itu-itu saja yang jalan di tempat selama ini,” tandasnya. (Red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Kebakaran Hanguskan Venetian Familly Karaoke Metro

LAMPUNG1.COM, Peristiwa kebakaran terjadi di bangunan Venetian Familly Karaoke Kota Metro, pada Rabu (26/1) malam. …