Sabtu , Mei 14 2022
Home / Ruwa Jurai / Cipto Suroso Mendapat Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Oleh Kejari Tulangbawang

Cipto Suroso Mendapat Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Oleh Kejari Tulangbawang

LAMPUNG1.COM,Tulang Bawang – Tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan Cipto Suroso Bin Paidi, yang mendapatkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan Restoratif oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulangbawang, Jumat (28-1-2021).

Cipto Suroso, bapak dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Desa Buko Poso, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji harus mendekam dipenjara akibat mencuri getah karet demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Beruntung berkat Kejaksaan sebagai lembaga yang diberi wewenang dalam hal penuntutan dalam perkara pidana, tentu juga diberi wewenang untuk melakukan penghentian perkara pidana, melalui Peratuaran Jaksa Agung RI nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif dapat dimungkinkan terhadap perkara- perkara yang sesuai kreteria dalam peraturan.

Hari Jumat puku 12 : 38 WIB, dibawah terik matahari, rombongan Kejari Tulangbawang yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tulangbawang Dyah Ambarwati,SH, MH, langsung mengantarkan Cipto Suroso kerumah nya, saat datang tepat didepan rumah jerit tangis sudah terdengar dari kejauhan istri, anak dan keluarga yang menyambut kedatangan Cipto Suroso yang tidak menyangka bisa keluar begitu cepat dari penjara.

Pada kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Tulangbawang beserta Jajaran turut menyisihkan sedikit rezeki, untuk diberikan kepada keluarga tersangka Cipto Suroso diantaranya sembako, serta alat-alat keperluan sekolah.

Langkah yang sangat tepat Kejaksaan Negeri Tulangbawang memberikan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan Restoratif kepada Cipto Suroso, agar bisa kembali melanjutkan kehidupan yang lebih baik lagi kedepan. Sebagai tulang punggung keluarga sosok seorang Bapak sangat dinanti-nantikan oleh dua buah hati dan istri untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mengisi hari-hari bersama dengan keluarga kecilnya.

“Dengan hadirnya Cipto Suroso ditengah keluarga membangkitkan semangat baru, yang sudah hitungan bulan ditinggal oleh sosok tulang punggung keluarga mendekam didalam tahanan. Demi memenuhi kebutuhan keluarga, rela mencuri. Tentunya sudah tepat Peratuaran Jaksa Agung RI nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif”.

BACA JUGA:  PWI Tulangbawang Gelar Pembentukan Panitia Konferkab Ke-VII

Penjara itu memang tempat pembinaan bagi pelaku kejahatan. Tapi pernah tidak terbersit dipikiran kita, bahwa tidak semua pelaku kejahatan itu semua penjahat. Ada orang baik, yang melakukan hal jahat demi memenuhi kebutuhan anak dan istri. Ketika dia harus menjalani hukuman, anak dan istrinya semakin menderita, tidak ada yang menapkahi kebutuhan mereka sehari-hari.

Pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 sekitar pukul 09.00 WIB bertempat di Balai Desa Buko Poso, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji telah dilaksanakan penyerahan surat ketetapan penghentian penuntutan Kepala Kejaksaan Negeri Tulangbawang Nomor : PRINT- 01/L.8.4.18/Eoh.2/01/2022 tanggal 12 Januari 2022 (RJ-1) terhadap perkara tindak pidana penggelapan yang melanggar pasal 374 KUHP atas nama Cipto Suroso Bin Paidi hal tersebut sesuai dengan Peraturan Kejaksaan RepubIik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tulangbawang Dyah Ambarwati, SH., MH, Kepala Seksi Intelijen Leonardo Adiguna, SH., MH, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Andrie Purnama, SH, Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Doan Adhyaksa Brata, SH, selaku Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tersebut, Kepala Desa Buko Poso Sahril Anwar, Penyidik Polres Mesuji, Perwakilan PT. Silva Inhutani Lampung (PT. SIL), Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama Desa Buko Poso.

Adapun kasus posisi yang dialami oleh tersangka Cipto Suroso Bin Paidi bekerja di PT. Silva Inhutani Lampung (PT.SIL) sebagai tenaga deres getah karet sejak tahun 2016, dan menerima upah dengan perhitungan Rp4.000,- (empat ribu rupiah) dikalikan hasil deres karet perharinya yang mana upah tersebut diterima tersangka tanggal 5 dan 20 setiap bulan dan rata – rata tiap bulan tersangka menerima upah kurang lebih Rp2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah). Adapun tugas dan tanggung jawab tersangka melakukan penderesan getah karet di perkebunan karet milik PT. Silva Inhutani Lampung (PT.SIL). Bahwa karena terdesak untuk memenuhi kebutuhan sekolah 2 orang anak yang masih duduk dibangku SD dan SMP, tersangka pada hari Sabtu tanggal 13 November 2021 sekira pukul 09.30 WIB, bertempat di area perkebunan karet PT Silva Inhutani Lampung (PT. SIL) di Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, menderes getah karet dengan cara mengumpulkan getah karet yang ditampung pada setiap pohon karet di Blok 3 Divisi 8B PT Silva Inhutani Lampung, kemudian tersangka berhasil mengumpulkan sebanyak satu setengah karung getah karet beku, namun tersangka tidak menyerahkan semua getah karet beku tersebut, hanya menyerahkan satu karung getah karet beku ke Tempat Penimbangan Hasil (TPH 02) yang berada di Divisi 8 PT. Silva Inhutani Lampung (PT. SIL). Sedangkan setengah karung getah karet beku tersangka diambil tanpa izin dari PT.SIL yang rencananya akan tersangka jual di lapak karet lain.

BACA JUGA:  Ustad Ibrohim Al-Banjari Mengisi Tausiyah di Sekretariat PWI Way Kanan

“Namun pada saat tersangka akan menjual getah karet tersebut, tersangkat diberhentikan oleh Security PT. Silva Inhutani Lampung (PT. SIL) dan kemudian dilakukan pemeriksa serta ditemukan getah karet yang hendak tersangka bawa tanpa izin. Bahwa atas perbuatan tersangka PT. SIL mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah)”.

Dijelaskan Kajari Tulangbawang, Dyah Ambarwati,SH, MH, bahwa di dalam penanganan tindak pidana umum berdasarkan keadilan Restoratif dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan diantaranya tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun, tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) hal tersebut diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a, b dan c Peraturan Kejaksaan RepubIik Indonesia Nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif.

BACA JUGA:  Satgas Jalin Silaturrahmi Dengan Tokoh Agama Untuk Kesuksesan TMMD Reg-109 Karanganyar

“Bahwa terdapat beberapa tahapan yang telah dilakukan dalam penghentian penuntutan berdasarkan keadilan Restoratif : 1. Upaya Perdamaian : Bahwa Upaya Perdamaian dilakukan pada tanggal 12 Januari 2022 dengan cara melakukan pemanggilan kepada perwakilan PT. Silva Inhutani Lampung (PT. SIL); 2. Proses Perdamaian : Bahwa Proses Perdamaian dilaksanakan pada hari Senin tanggal 17 Januari 2022 bertempat di aula Kantor Kejaksaan Negeri Tulang Bawang dihadiri oleh perwakilan PT.SIL (Sdr. Mafid), tersangka Cipto Suroso bin Paidi, Kajari Tulang Bawang, Kasi Pidum dan JPU sebagai fasilitator; Bahwa Tersangka dan PT. SIL sepakat untuk melakukan perdamaian, PT.SIL dengan melalui perwakilannya (Sdr.Mafid) ikhlas memaafkan tersangka tanpa adanya syarat apapun serta sepakat untuk tidak melanjutkan ke proses persidangan; Selanjutnya para pihak dan fasilitator menandatangani Kesepakatan Perdamaian. 3. Ekspose perkara dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum : Bahwa pada tanggal 26 Januari 2022 telah dilaksanakan Ekspose perkara dalam penghentian penuntutan berdasarkan keadilan Restoratif dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum secara virtual dari Aula Kejaksaan Negeri Tulangbawang dengan hasil Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum menyetujui perkara tersebut untuk di lakukan Keadilan Restoratif,” jelas Dyah Ambarwati.(mad)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Sinergitas Pemprov, Karang Taruna Sukseskan Program KPB 

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung-Bentuk sinergitas Pemerintah Provinsi Lampung guna membangkitkan ekonomi kerakyatan kembali Karang Taruna ikut …