Sabtu , Juli 2 2022
Home / Ruwa Jurai / Pesawaran / Nah Loh !!! APH Segera Sikat Dugaan Korupsi DD Desa Bernung

Nah Loh !!! APH Segera Sikat Dugaan Korupsi DD Desa Bernung

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pesawaran Polda Lampung, dalam waktu dekat akan segera menindak lanjuti dugaan Korupsi Dana Desa yang dilakukan Deswan Kepala Desa Bernung Kecamatan Gedong tataan, yang di sinyalir mencapai ratusan juta rupiah.

“Ya dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti terkait dugaan Korupsi Dana Desa pada tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” ungkap Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin, SH, MH, mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo,. S.Ik,. M.Si,. (Han), ketika dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).

Dikatakannya, pihaknya menghimbau agar tugas pokok dan fungsi serta Peran Inspektorat Kabupaten Pesawaran sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) berjalan dengan maksimal dan turun kebawah.

“Dan kami menunggu kinerja APIP, jangan di bolak-balik, kalau Inspektorat menunggu rekomendasi dari Polres Pesawaran,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Bernung, Deswan, yang diduga melakukan penyimpangan dan Mark Up anggaran Dana Desa (DD), hingga ratusan juta rupiah.

“Kami mendesak dan berharap aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap Deswan karena ada dugaan menyimpangkan Dana Desa tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” kata salah satu masyarakat Dusun Menanti Kasih yang namanya minta di rahasiakan, untuk sementara waktu, Kamis 12 Mei 2022.

Menurutnya, banyak pembangunan di Desa Bernung yang menggunakan Dana Desa tidak sesuai dalam realisasi dengan anggaran Dana Desa yang yang telah dikucurkan Pemerintah Pusat.

“Ini sudah jelas kita lihat dengan kasat mata seperti pada tahun 2018 Pagu Rp886.401.000 juta dengan rincian anggaran untuk Item Pembinaan PKK Rp5.090.000 juta Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp13.800.000 juta kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp131.553.148 juta,” ungkapnya.

“Dan kembali menganggarkan Pembinaan PKK Rp13.640.000 juta ada lagi Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp18.600.000 juta kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp228.970.920 juta dalam realisasi nya tidak sesuai dengan anggaran,” timpalnya.

Selain itu, lanjutnya, diketahui juga ada Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp176.165.198 juta kemudian Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa Obat-obatan; Tambahan Insentif Bidan Desa Perawat Desa Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp16.200.000 juta kemudian ada lagi Pembinaan PKK Rp25.000.000 juta kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp10.000.000 juta.

BACA JUGA:  Tempat Ibadah Dilokasi TMMD Bojonegoro, Disterilisasi Satuan Tugas

“Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp13.200.000 juta kemudian Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp44.700.000 juta Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi jagung, Rp7.500.000 juta ada juga Penyertaan Modal BUM Desa Rp50.000.000 juta kemudian Penyelenggaraan Lomba antar kewilayahan dan pengiriman kontingen dalam mengikuti Lomba Desa Rp7.080.000 juta,” jelasnya.

Masih di tahun 2018 ada juga Penyelenggaraan PAUD TK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, Rp10.080.000 juta Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp234.845.875 juta Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp296.994.725 juta.

“Selain itu ada Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp180.000.000 juta ada juga Penyusunan Pendataan Pemutakhiran Profil Desa profil kependudukan dan potensi desa Rp15.318.250 juta dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp48.465.000 juta, Kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp16.700.000 juta dan Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp10.000.000 juta Pemeliharaan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Permukiman Penampungan, Bank Sampah Rp8.000.000 juta,” paparnya.

“Selain itu mas, ada anggaran Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa (Obat-obatan Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa; Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp41.400.000 juta ada juga Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp31.035.000 juta dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa Rp7.200.000 juta,” tambahnya.

Selanjutnya di tahun 2019 Pagu Rp926.625.000 juta dengan Item Pengembangan Sarana Prasarana Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi Rp10.300.000 juta kemudian Pembinaan PKK Rp16.600.000 juta Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat Keagamaan Milik Desa Rp11.100.000 juta, kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp21.000.000 juta serta Pembangunan Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa Rp115.027.400 juta.

BACA JUGA:  Satgas TMMD 107 Kodim Kudus Bangun Tugu Prasasti

“Ada juga Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp33.300.000 juta kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, dan lain-lain, diluar prasarana jalan Rp127.624.700 juta dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp33.039.000 juta serta Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp19.000.000 juta,” ungkapnya.

Untuk di tahun 2020 Pagu Rp952.408.000 juta Item Penyediaan Insentif.Operasional RT RW Rp97.200.000 juta ada Pembinaan PKK Rp10.035.000 juta, kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp86.757.000 juta ada juga Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp25.800.000 juta kemudian Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp129.600.000 juta.

Di tahun yang sama kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan.Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp86.757.000 juta dan Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp25.800.000 juta serta Penanggulangan Bencana Rp45.198.000 juta.

Selanjut nya Tahun 2021 Pagu Rp1.022.505.000 miliar dengan Item Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp34.086.000 juta ada juga pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp86.496.000juta kemudian Bantuan Hukum Untuk Aparatur Desa dan Masyarakat Miskin Rp37.500.000 juta.

Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp48.465.000 juta.

Tak hanya itu, salah satu masyarakat Dusun Taman Rejo dan Dusun Bernung satu, mengatakan cukup dilihat secara kasat mata saja dari segi jalan pemukiman gang itu banyak jalan yang sudah hancur dan bahkan sangat memprihatinkan tidak bisa di pungkiri banyak masyarakat yang jatuh saat berkendara, dirinya tidak mau terlalu jauh memberi keterangan biar kan Aparat penegak Hukum saja yang menilai nya.

“Dan terkait jalan pemukiman gang yang hancur kami selaku warga juga pernah memberikan keluhan serta surat kepada Kadus namun hingga saat ini alhamdulilah belum ada tindak lanjut,” katanya.

Terpisah salah satu perwakilan masyarakat Dusun Sidosari juga mendesak Aparat Penegak Hukum baik Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran (Kejari), Kemudian Tipikor Polres Pesawaran untuk mengambil langkah tegas.

“Hal ini sudah bukan menjadi rahasia umum, untuk diketahui Desa Bernung ada enam Dusun dan Delapan Belas Rukun tetangga atau RT,” ucapnya.

BACA JUGA:  Satgas TMMD 109 Kodim 0410/KBL Perbaiki Lapangan Volly

Begitu juga di ungkapkan warga Dusun Sukoharjo, dirinya bersama masyarakat mendesak Inspektorat, tembusan ke Polres, Kejaksaan Negeri serta Bupati Pesawaran, pihaknya ingin selama jabatan Kades Deswan Anggaran Dana Desa itu di Audit kembali dan harus transparan karena Anggaran tersebut untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk Kepala Desa dan kroni-kroni nya.

“Di tahun 2020 kemarin ada Pembangunan jembatan Dusun Bernung Satu Volume Panjang 6 M X Lebar 4 M. 1 Unit Anggaran Rp88.332.000 juta di Anggarkan sebanyak dua kali, kemudian Program Dana Desa Tahun 2021 jenis kegiatan Pengalian dan pembersihan Drainase Dusun Menanti Kasih Anggaran Rp19.732.000 juta kami pertanyakan pengerjaannya,” sebutnya.

Kemudian katanya, ada pula Pembangunan Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa di Dusun Taman Rejo yang menghabiskan Anggaran Rp115.027.400 juta dan Pembangunan Drainase Dusun Suka Negeri Volume 66 M dan Talud Penahan Tanah TPT Dusun Suka Negeri Volume 361 M Anggaran Dana Desa Tahun 2021.

“Hal ini tidak bisa kami biarkan, bagaimana Desa kami mau maju, jika anggaran untuk pembangunan nya di duga banyak disimpangkan, jadi sekali lagi kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Deswan selaku Kades Bernung,” ujarnya.

“Dan jika nanti terbukti kami berharap segera diproses sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, sebagai efek jera dan sebagai pelajaran untuk kades-kades lainnya,” utasnya.

Sementara itu Kepala Desa Bernung Deswan saat di konfirmasi terkait realisasi Dana Desa selama dirinya menjabat terkesan menghindari dan mempersilakan untuk di publikasikan dan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Di Desa Bernung tidak ada Drainase, itu PKT, kita juga tidak bisa belanja bahan material hanya mempekerjakan masyarakat, kalau untuk Sumur Bor tahun 2019 ada di Bernung Satu,” katanya.

“Ya kalau ini sudah cari-cari dong. masa dari tahun 2019 Sampai drainase sampai ini segala macam bahkan sampai 2021. Ya yang kira-kira masuk diakal sajalah. Ya silahkan tidak apa-apa, berita yang mana yang mau diberitakan ya bukan yang mana dulu beritanya kan perlu kebenarannya juga. Ya sudah terserah oke. tidak apa kalau ingin diserahkan ke APH silahkan,” pungkasnya.(red).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Brigif 4 Marinir/BS dan Polda Lampung Bersama Dalam Tour Presisi Lampung

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 76 yang jatuh pada tanggal 1 …