Sabtu , Juli 2 2022
Home / Peristiwa / Tol Gate Wisata di Pesawaran Berikan Asuransi Perlindungan

Tol Gate Wisata di Pesawaran Berikan Asuransi Perlindungan

LAMPUNG1.COM, Pesawaran-Ramainya kunjungan wisata pantai dan antar pulau, termasuk destinasi desa wisata di Kabupaten Pesawaran membuat lintas sektor setempat terus berbenah, selain mengoptimalkan layanan wisatawan, juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui uji coba tol gate secara manual di dua titik pintu masuk wisata Mutun dan Ketapang, Kecamatan Teluk Pandan.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan
di Sekretariat PWI Bagelen Gedong Tataan Pesawaran Lampung, pada Kamis (19/05/2022) bersama Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, dan Kepala Satuan Pol PP beserta Kabid Promosi Pariwisata setempat serta seluruh anggota PWI setempat.

” Ini sebagai upaya memudahkan wisatawan guna memberikan rasa aman dan nyaman saat berwisata, selain memiliki tiket masuk dan tol gate, juga memberikan perlindungan asuransi wisata, termasuk pelayanan bagi wisatawan,” ujar Kadis Pariwisata, Ketut Partayasa, didampingi Kadishub Ahmad Syafei, Kasat Pol PP Efendy, Kabid Promosi Pariwisata Aris, Kamis (19/05/2022).

Menurutnya, perlindungan jiwa ini bagi wisatawan terhadap kecelakaan akibat melakukan kegiatan wisata sehingga secara finansial dapat teratasi apabila terjadi resiko kecelakaan maupun meninggal dunia.

” Begitu pula di jalur pintu masuk wisata juga akan terpasang tol gate ataupun portal di moment tertentu untuk memudahkan wisatawan berwisata, saat ini baru dikembangan di dua tempat, kedepan akan kita terapkan secara elektronik,” jelas Ketut.

BACA JUGA:  Merasa Pekerjaan Sawah Sudah Ringan, Dulrajak Siap Bantu Satgas TMMD Pantirejo

Tidak sampai disitu saja, sambung Ketut, tentu destinasi desa wisata akan diterapkan hal yang sama di setiap desa wisata terpasang gate atau portal, mengingat kunjungan wisatawan tak hanya mendominasi pantai dan antar pulau saja.

” Namun juga destinasi air terjun, dan alam pegunungan tak kalah menariknya terutama pengunjung dari Jakarta lebih tertarik berwisata alam sehingga target yang kami rencanakan bisa tercapai sesuai harapan,” jelas Kadis Pariwisata.

Lebih lanjut Ketut menegaskan, asuransi tersebut diberikan setelah wisatawan membayar retribusi wisata disetiap tol gate yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan melibatkan TNI, POLRI, Disparekraf, Dishub dan Sat Pol PP setempat.

” Retribusi ini disetorkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pesawaran sebagai pungutan pendapatan asli daerah lain-lainnya yang syah,” kata dia lagi.

Lebih dari itu Ketut juga memastikan saat ini tahap uji coba tol gate secara manual untuk retribusi Rp3ribu secara rinci, Rp2ribu untuk PAD, dan Rp1ribu asuransi yang berada di Dermaga Ketapang dan Pantai Mutun kedepan diterapkan tol gate digital.

BACA JUGA:  Perusahaan Yang Akan Dikualifikasi Subbag ULP Belum Diketahui Jumlahnya

Meski demikian masih dia menjelaskan, tentu itu nantinya akan dilakukan kajian dan evaluasi kembali oleh pihak terkait guna melengkapi apa yang menjadi kekurangan pada pelaksanaan kebijakan yang didasari Undang-undang dan peraturan daerah setempat tentang pemungutan retribusi sebagai PAD dan lain lain yang syah.

” Retribusi ini merujuk UU no 10 tahun 2010 ttg kepariwisataan, UU no 28 tahun 2009 ttg pajak daerah dan retribusi daerah, UU no 23 tahun 2014 ttg pemerintahan daerah, Perpres no 63 tahun 2014 ttg pengawasan dan pengendalian kepariwisataan,” katanya.

” Perpres no 51 tahun 2016 ttg batas sempadan pantai, Perda Kab Pesawaran no 6 tahun 2016 ttg pembentukan dan susunan perangkat daerah dan Perbup pesawaran tahun 2022 tentang pedoman pelaksanaan kepariwisataan,” kata dia lagi.

Untuk diketahui, Disparekraf Kabupaten Pesawaran terus berupaya dalam berinovasi meningkatkan pelayanan kepada wisatawan dan memberikan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Pembinaan terus kita lakukan, alhamdulillah destinasi wisata Pulau Pahawang masuk 50 besar destinasi secara nasional yang nantinya akan dikunjungi oleh Mentri Pariwisata Sandiaga Uno. Nah, kalau destinasi wisata Bumi Andan Jejama terus berkembang pasti berdampak pada peningkatan ekonomi desanya,” ucap Ketut.

BACA JUGA:  Satgas TMMD Kodim Karanganyar Selalu Ingatkan Warga Jatiwarno Untuk Patuhi Prokes

Ketut juga menambahkan, terkait PAD sektor pariwisata tahun 2022 ini ditargetkan Rp2,5Milyar. Angka tersebut merupakan target normatif yang telah ditetapkan meski belum dapat terekspektasikan pada kondisi lapangan.

“Kalau dilihat angkanya memang terlalu besar, namun kami yakin nantinya dapat tercapai asalkan seluruh pihak dapat melibatkan secara aktif sesuai dengan fungsi masing-masing. Ya, kalau kita hitung dari retribusi parkir, restorasi dan penginapan serta kunjungan wisatawan, kami yakin dapat tercapai targetnya,” tandasnya.

Pada diskusi interaktif di Sekretariat PWI Kabupaten Pesawaran tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Syafei juga mengatakan bahwa pihaknya sesuai dengan fungsinya akan bersatu padu melakukan tugasnya.

“Sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang pengelolaan kepelabuhanan, penarikan retribusi pengunjung di Gerbang Mutun dan Dermaga Ketapang kita berlakukan ujicoba. Ini dilakukan untuk memaksimalkan PAD sektor pariwisata,” kata dia.

Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M Ismail mengapresiasi langkah yang dilakukan pemkab setempat guna mengoptimalkan penyerapan PAD sektor pariwisata.

“Ini langkah yang visioner, mengingat Kabupaten Pesawaran merupakan wilayah dengan potensi wisata yang besar, dan harus digarap dengan maksimal. Selain itu ini juga langkah ini untuk menjamin pelayanan bagi para wisatawan dalam bentuk perlindungan asuransi jiwa” pungkas Ismail. (Wahyudin).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Brigif 4 Marinir/BS dan Polda Lampung Bersama Dalam Tour Presisi Lampung

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 76 yang jatuh pada tanggal 1 …