Minggu , Juli 17 2022
Home / Ruwa Jurai / Pesawaran / Bersama Mitra Bentala, BAPPEDA Pesawaran Gelar FGD Perubahan Iklim

Bersama Mitra Bentala, BAPPEDA Pesawaran Gelar FGD Perubahan Iklim

LAMPUNG1.COM, Pesawaran-Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui BAPPEDA menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Mitra Bentala dan Pattiro, pada Rabu (15/06/2022) bertempat di ruang rapat BAPPEDA Kabupaten Pesawaran.

FGD bertemakan ‚ÄúPerubahan iklim dan dampaknya terhadap kelompok-kelompok rentan serta upaya para pihak di Kabupaten Pesawaran” dipandu oleh Kepala Bidang DPEPD BAPPEDA Asmarwansyah memberikan kesempatan para peserta terkait mengatasi dampak perubahan iklim secara umum dan khususnya dibidang Pertanian.

” Kabupaten Pesawaran cukup konsen berbicara terhadap isu perubahan iklim.
Dapat dilihat dari dokumen RPJMD dan Visi-Misi Bupati saat ini. Jadi sangat mendukung dan dapat berkolaborasi dengan MITRA BENTALA dan PATTIRO Indonesia kedepannya,” ujar Kepala BAPPEDA Kabupaten Pesawaran Adytia H
dalam acara tersebut dihadiri semua perwakilan OPD yang ada di Kabupaten Pesawaran, Sekcam Tegineneng Haryoto, Sekdes Trimulyo, Nyoto Prayitno.

BACA JUGA:  Orang Gila Pasar Gading Rejo Resahkan Warga

Direktur MITRA BENTALA Rizani dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa melalui Progra VICRA (Voice For Inclusiveeness Climate Resilience Actions). Program ini diinisiasi untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang terjadi pada sektor pertanian.

” Upaya yang dilakukan serta bagaimana melibatkan kelompok rentan (inklusi) untuk berpartisipasi dalam program perubahan iklim,” kata dia.

Sementara itu, Manager Advokasi dan Kajian MITRA BENTALA Mashabi menyampaikan bahwa pertemuan pada hari ini merupakan salah satu bagian rangkaian kegiatan diskusi berkala yang mengangkat isu perubahan iklim untuk menjadi perhatian bersama di Kabupaten Pesawaran.

BACA JUGA:  Satukan Tekad, Satgas TMMD 107 Kodim Kudus Wujudkan Pembangunan di Dukuh Talun

” Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim (KPBI) untuk periode 2020-2024. Untuk menindaklanjuti kebijakan nasional tersebut bisa saja kedepan juga Pemerintah Kabupaten Pesawaran menerbitkan regulasi ditingkat lokal atau kabupaten sebagai bentuk keseriusan Pemerintah,” jelasnya.

Lebih dari itu, Mashabi mengungkapkan, diketahui bahwa Pemerintah Indonesia telah menghitung potensi kerugian Pendapatan Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) akibat perubahan iklim, yaitu total sebesar 115,53 triliun rupiah, dan khusus sektor pertanian sebesar 19,94 triliun rupiah pada tahun 2024.

BACA JUGA:  Pandemi Covid19 Berdampak Terhadap Pelaku Ekonomi

” Dari fakta diatas dampak perubahan iklim secara langsung di tingkat masyarakat sudah dirasakan beberapa tahun terakhir, seperti yang disampaikan oleh sekretaris Desa Mulyo Jati kecamatan Tegineneng, paling tidak 2 tahun terakhir didesa sudah merasakan terjadinya kekeringan di desa dan sangat berdampak terhadapa sektor pertanian,” katanya.

” Dimana akses air sangat minim dan dampak perubahan iklim krisis air sudah mulai dirasakan, akibatnya sistem pola tanam pun terganggu, bahkan tidak bisa melakukan rutinitas sebagai petani karena sumber air yang dibutuhkan tidak ada. Maka perlu dan penting untuk mengatasinya secara bersama-sama,” pungkas Mashabi. (Wahyudin/red).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Palakhar Paspers Brigif 4 Marinir/BS Hadiri Upacara HUT Ke-15 Kabupaten Pesawaran

LAMPUNG1.COM, Pesawaran-Perwira Pelaksana Harian (Palakhar) Pewira Staf Personel (Paspers) Brigif 4 Marinir/BS Mayor Marinir Siswanto …