Home / Ruwa Jurai / ASTAGA... 2 Balita Tewas Di Bantai Ayah Kandungnya.
ASTAGA... 2 Balita Tewas Di Bantai Ayah Kandungnya.

ASTAGA... 2 Balita Tewas Di Bantai Ayah Kandungnya.

LAMPUNG1.COM, 2 orang balita, di temukan warga tewas bersimbah darah, di dalam kamarnya, di dekat ibunya, karena diduga menjadi korban pembantaian, yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, pada Kamis (21/7).

Warga Desa Tanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, menjelaskan, diduga aksi pembantaian ini, berawal saat tetangga mereka yang berisinial Kas (30), ribut dengan istrinya, sejak tengah malam tadi.

Mengetahui keributan semakin menjadi-jadi, beberapa warga di sekitar tempat tinggal tersangka, berniat berusaha melerai, tetapi upaya ini sempat terhambat, karena masyarakat tidak ingin membuat persoalan keluarga ini semakin rumit.

“Kita tadinya sudah berniat melerai keributan tersebut, tetapi tidak jadi, karena beberapa warga memberi masukan, bahwa itu merupakan persoalan rumah tangga yang bersangkutan, yang sebaiknya diselesaikan secara internal”, jelas warga.

Tetapi pagi harinya, sekitar pukul 05.00 wib, tersangka Kas ini, keluar dari pintu rumahnya sambil berteriak-teriak dan menantang beberapa warga yang berusaha menenangkannya, bahkan ada warga yang terluka terkena sabetan senjata tajam yang di bawa tersangka.

“Saat keluar, tersangka ini, sudah ngamuk, dan menantang semua orang yang ada di sekitar rumahnya, sambil menenteng senjata tajam jenis Golok dan Gergaji, bahkan beberapa warga yang berniat menenangkan, malah ikut dilukai oleh tersangka”, ujar warga.

Dengan bantuan puluhan warga, ahirnya tersangka berhasil di lumpuhkan, dan amankan, untuk kemudian di serahkan kepada pihak kepolisian.

Dari dalam rumah tersangka, warga menemukan istri tersangka, dalam kondisi kritis, karena terluka parah di sekujur tubuhnya, sementara 2 anak kandung tersangka, yang masih berusia 2 dan 4 tahun, sudah tewas dengan tubuh berlumuran darah di kamarnya.

Hingga kini aparat kepolisian Polres Lampung Selatan, masih terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan, untuk mengungkap motif kasus pembunuhan ini. (Eko Arif).

Visitor: 2572