Home / Ruwa Jurai / Edward Antoni Mendem Pedaging Pada Upacara Ngeteg Linggih
Edward Antoni Mendem Pedaging Pada Upacara Ngeteg Linggih

Edward Antoni Mendem Pedaging Pada Upacara Ngeteg Linggih

[youtube width="100%" height="340" src="-Qh242N-xeU"][/youtube]


LAMPUNG1.COM, Way Kanan - Warga Dusun Madia Agung I, Kampung Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, menggelar prosesi upacara Ngeteg Linggih atau biasa dikenal dengan Ruwat Bumi.


Ngeteg Linggih atau Ruwat Bumi merupakan warisan budaya yang dianggap langka oleh warga setempat, karena dilakukan dalam kurun waktu 30-50 tahun, di latari Pelinggih Pura yang merupakan tempat untuk sembahyang dan melaksanakan upacara Piodalan yang dilakukan enam bulan sekali.


Tujuan Ngeteg Linggih adalah untuk mensucikan atau menskralkan nyisa atau simbol objek konsentrasi pemujaan. Persiapannya butuh waktu lebih dari 60 hari, dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah yang didapat dari swadaya masyarakat serta shodakoh dari tokoh adat setempat.


Wakil Bupati Way Kanan Edward Anthoni hadir dalam upacara sakral tersebut, sekaligus melakukan peletakan batu pertama atau dalam istilah Hindu, Mendem Pedaging, terdiri dari emas, perak, tembaga, besi, dan batu mulia, yang ditanam di empat penjuru mata angin. (Azhari/Fery)

Visitor: 1735