Home / Ruwa Jurai / Ingin Kuasai Warisan, Satu Keluarga di Waykanan Tewas Dibantai
Ingin Kuasai Warisan, Satu Keluarga di Waykanan Tewas Dibantai

Ingin Kuasai Warisan, Satu Keluarga di Waykanan Tewas Dibantai

Lampung1.Com, Way Kanan---- Polres Way Kanan berhasil mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga di Kampung Marga Jaya Kecamatan Negara Batin,Way Kanan, Kamis (6/10/2022).

Kasus pembunuhan satu keluarga ini terjadi setahun yang lalu pada bulan Oktober tahun 2021 dengan empat korban (Ayah kandung, ibu tiri, kakak kandung dan keponakan pelaku) yang dimasukkan kedalam septic tank, serta satu korban lagi dibunuh pada awal tahun 2022 bulan februari 2022 satu korban ( adik tiri pelaku nama Juanda).

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna didampingi Kabag Ops Kompol Suharjono dan Kasatreskrim AKP Andre Try Putra. Melakukan ekspose ungkap kasus tindak pidana Dugaan pembunuhan TKP di Kampung Marga Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way kanan, berlangsung di Maplolres Way Kanan.

“Saat ini kita telah mengamankan ayah kandung dan anaknya pembunuhan dengan insial DW (17) dan E (40) warga Kampung Marga Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, hubungannya kedua pelaku adalah anak dan Ayah kandung,” kata Kapolres AKBP Teddy Rachesna.

Satu Korban atas nama Juanda (26) dibunuh dengan cara lehernya dipukul menggunakan besi panjang sekitar 1,5 meter ketika korban sedang tidur didalam rumah. Setelah korban tak berdaya lehernya diikat dengan tali lalu diseret ke dapur, sampai di dapur korban sudah tidak bernyawa lalu korban di angkut menggunakan mobil pick up dibawa ke areal tebu/kebun singkong dan dikubur oleh pelaku. Motif pelaku dikarenakan pelaku sering bertengkar dengan korban menyangkut masalah warisan.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku E mengakui telah melakukan pembunuhan lain terhadap empat korban lainnya yakni ayah kandung pelaku E Zainudin ( 66), ibu tiri pelaku an. Siti Romlah ( 57), kakak kandung pelaku Wawan Wahyudin (46) dan terakhir ponakan pelaku an. Zahra (6).

“Kemudian keempat korban dibuang kesumur yang sudah digunakan sebagai septic tank dibelakang rumah korban lalu oleh pelaku lubang tersebut langsung ditutup dan dicor menggunakan semen,” ungkap AKBP Teddy Rachesna.

Atas perbuatan bersangkutan pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun , namun bisa berkembang, apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan akan kami kenai dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau semur hidup. (Aszhari)

Visitor: 184