Home / Ruwa Jurai / Kinerja Disdik Terkesan Asal-Asalan, Dewan Pendidikan Gerah
Kinerja Disdik Terkesan Asal-Asalan, Dewan Pendidikan Gerah

Kinerja Disdik Terkesan Asal-Asalan, Dewan Pendidikan Gerah

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara - Kinerja jajaran Dinas Pendidikan Lampung Utara yang terkesan asal-asalan membuat gerah Dewan Pendidikan Kabupaten Lampung Utara. Pasalnya, sistem kerja yang tidak inovatif dan terkesan asal-asalan merupakan penyebab dari timbulnya berbagai persoalan di dunia pendidikan Kabupaten setempat.


Menurut anggota Dewan Pendidikan Lampung Utara A. Syafei Saleh, sistem kerja jajaran Dinas Pendidikan Lampung Utara tidak lagi mengacu pada peraturan, contohnya penempatan gedung sekolah baru yang tidak tepat sasaran, serta pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, karena menurutnya sarana dan prasarana seperti ruang kelas, meja dan kursi sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan daya belajar para siswa.


Syafei Saleh juga mengatakan bahwa para guru harus memberi contoh yang baik kepada muridnya, seorang guru tidak cukup hanya berprestasi saja, namun juga harus menjadi guru teladan bagi para muridnya.


Syafei yang juga merupakan Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Lampung Utara itu, juga menceritakan kepada para awak media tentang pengalaman nya yang pernah beradu argumen dengan Kadisdik Lampura Alm. IM, lantaran dirinya pernah memarahi seorang guru di salah satu SMP didaerah Sungkai Selatan.


Ia mengatakan bahwa guru tersebut telah salah karena memerintahkan muridnya untuk mengambil air yang dulu masih menimba. Menurutnya, hal itu tidak pantas dilakukan oleh seorang guru, karena para siswa bukan untuk disuruh-suruh, melainkan calon pemimpin yang akan memimpin bangsa kedepan. Menurut Syafei, ini adalah salah satu penyebab mengapa bangsa Indonesia jika bekerja di luar Negeri menjadi pesuruh, karena dari kecil telah di didik menjadi pesuruh.


Untuk itu, Syafei Saleh berharap kepada Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, untuk bisa menempatkan orang di setiap SKPD Lampura sesuai dengan bidang dan keahliannya, terlebih di Dinas Pendidikan. Karena jika sampai salah menempatkan orang, bisa berakibat fatal bagi generasi penerus bangsa. (Faisol)

Visitor: 1883