Home / Ruwa Jurai / Manfaatkan Limbah Ban Bekas Ini Kreatif Usaha Tali Ban Pringsewu
Manfaatkan Limbah Ban Bekas Ini Kreatif Usaha Tali Ban Pringsewu

Manfaatkan Limbah Ban Bekas Ini Kreatif Usaha Tali Ban Pringsewu

LAMPUNG1.COM, Pringsewu - Meningkatkan perekonomian untuk kebutuhan sehari-hari merupakan salahsatu usaha bagi setiap kita untuk bertahan dan membangun kesejahteraan yang mana dimulai dari individu, keluarga, kelompok dan menengah seterusnya. Apalagi dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain atau warga setempat melalui usaha rumahan atau umkm itu sangatlah membantu peningkatan perekonomian.

Salahsatunya usaha rumahan yang digeluti oleh H.Nur Cahaya Bagus yang mepruduksi Tali Ban dengan bahan ban bekas yang dibuat tali karet.

Tali Ban salah satu usaha rumahan dengan bahan pokok produksinya memanfaatkan ban bekas yang di belah sedemikian rupa memanjang dibuat tali, dengan lebar bervariatif 1cm hingga 2 cm dan panjangnya juga fariatif.

H.Nurcahaya Bagus dalam menekuni usaha produksi Tali Ban ini yang merupakan rintisan dari keluarganya sejak tahun 1965 dan dilanjutkan oleh orangtuanya ditahun 1987 dan saat itu H.Nur juga sudah mulai ikut menekuninya dan di tahun 2005 beliaupun meneruskan usaha produksi Tali Ban ini.

Seperti yang diceritakannya saat ditemui di tempat usahanya ang beralamat di kelurahan Pringsewu Selatan kecamatan Pringsewu kabupaten Pringsewu, Sabtu (01/1/2022).

Saat ditemui di tempat usahanya H.Nur menceritakan awalnya usaha produksi tali ban ini bermula dari usaha orang tuanya. "Dengan bahan produksi ban luar mobil yang kita iris tipis dan memanjang saat itu bisa digunakan untuk tali timba sumur yang mana pada saat itu warga masih banyak menggunakan tali untuk menimba air sumur, ada juga dibuat karet kursi dan lainya. kalau dulu yang saya bikin itu khusus dari ban dalam bekas mobil tapi setelah barang itu sulit maka saya beralih ke pres-presan ban mobil atau bleder, itu saya ambil melalui tangan kedua dari kawasan pabrik didaerah sebrang,"ujarnya.

H.Nur juga mengatakan bagaimana kiat agar usaha kita dapat bertahan didalam menjalankannya.

"Nah untuk kita bisa bertahan didalam menjalankan usaha, menurut saya yang pertama kita harus ulet dalam usaha tersebut kedua dibarengi dengan kesabaran dan yang ketiga kita harus menanamkan kepercayaan terhadap karyawan ataupun relasi dan yang utamanya juga kita harus beribadah dan meminta atau berdo'a pada Allah SWT,"ungkapnya.

"Usaha ini kalau menurut orang tua saya sudah digeluti sejak tahun 1965 oleh kakek saya dan kalau saya sendiri usaha di Pringsewu ini sejak tahun 1987 sudah ikut orang tua untuk juga mengembangkannya,"jelasnya.

Sementara itu untuk pemasaran dan karyawan sendiri H.Nur masih lokalan saja.
"Untuk pemasaran ini kita hanya lokalan saja di wilayah sekitaran lampung saja. Untuk hasil alhamdulillah saya rasa kita harus belajar bersyukur dan belajar cukup. Untuk karyawan sendiri saat ini ada 5 orang yang berasal dari warga setempat dan untuk modal usaha ini saya rasa itu kita fleksibel,"katanya.

Untuk omset usaha ini menurut H.Nur rata rata setiap bulan anatara 30 hingga 40 juta kotor. "Namun untuk keuntungan karena untuk bahan yang kita gunakan ini adalah dari bahan limbah jadi pada saat kita ambil dan datang ketempat kita terkadangkan asa yang putus atau rusak dan sebagainya tapi itu kita maklumi karena memangkan ini bahan dari limbah ban pabrik jadi adalah untuk keuntungannya. Muda mudahan usaha ini atau setiap usaha lainya kedepan saya berharap untuk yang lebih baik dari sekarang," pungkasnya.(Adi)

Visitor: 74