Home / Ruwa Jurai / Panwascam Mesuji Merasa Dilecehkan Salah Satu Calon Incumbent
Panwascam Mesuji Merasa Dilecehkan Salah Satu Calon Incumbent

Panwascam Mesuji Merasa Dilecehkan Salah Satu Calon Incumbent

LAMPUNG1.COM, Mesuji - Ketua Panwascam Kabupaten Mesuji Apri Susanto mengecam aksi dugaan pelecehan terhadap pihak Panwascam di Kecamatan Rawa Jitu Utara Kabupaten setempat.


Kejadian yang membuat Ketua Panwas geram tersebut berawal dari salah satu incumbent (calon Wakil Bupati) nomor urut 2 Khamaik - Sapli yang sedang melakukan sosialisasi/kampaye di Kecamatan Rawa Jitu Utara, mengatakan bahwa Pilkada bukanlah pestanya Panwascam dan KPUD, melainkan hajat masyarakat. Ucapan tersebut membuat anggota Panwascam merasa dilecehkan.


Sementara, Apri selaku Panwaskab dan Panwascam mengaku pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin menjaga jalannya Pilkada dengan mengacu kepada peraturan KPU (Per-KPU) dan aturan Panwaslu tentang aturan-aturan tahapan Pilkada.


Masalah tersebut sempat berbuntut panjang, bahkan pihak Panwascam Kecamatan RJU bersama Panwaskab akan membawa kasus ini ke Panwas Provinsi.


"Jika perlu akan kita laporkan ke Polda Lampung, ini merupakan pelecehan terhadap lembaga kami", jelas Apri.


Sementara, ditempat terpisah Indra Panwascam Kecamatan RJU sangat menyayangkan ucapan incumbent yang mengatakan Panwas degan perkataan tidak senonoh.


"Awalnya kami hanya menanyakan tentang Ormas Islam (NU) yang ikut serta dalam kegiatan kampaye itu dengan mengumpulkan KTP, KK serta administrasi sebesar Rp. 5000. Pada dasarnya kami tidak menuduh Ormas Islam (BPNU) yang dibentuk oleh istri incumbent ikut berpolitik, mungkin Ketua (BPNU) Kecamatan RJU yang tidak tanggap hingga akhirnya kami dianggap incumbent menghalang-halangi kegiatan Ormas Islam yang telah terbentuk", ujar Indra.


"Pada dasarnya, wajar jika kami menanyakan kegiatan yang tengah diprogramkan, karena untuk Ormas silahkan saja ikut berpolitik tapi jangan mengatasnamakan lembaga Ormas, takutnya nanti jadi bumerang", tambah Indra. (Baginda)

Visitor: 4798