Home / Ruwa Jurai / Pengawasan Partisipatif, PWI Lampung Diskusi Interaktif Bersama Bawaslu
Pengawasan Partisipatif, PWI Lampung Diskusi Interaktif Bersama Bawaslu

Pengawasan Partisipatif, PWI Lampung Diskusi Interaktif Bersama Bawaslu

LAMPUNG1.COM, Bandarlampung- Pemanfaatan media massa dan media sosial (medsos) untuk pengawasan-pengawasan partisipasi, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengingatkan saring sebelum sharing.

Hal tersebut disampaikannya saat diskusi interaktif bersama Badan Pengawsan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung, Kamis (06/10/202).

" Pemanfaatan media sosial bagi jurnalistik sebagai bahan berita, namun juga di pengawasannya terkait media sosial tersebut merupakan pekerjaan rumah bersama, bukan hanya satu lembaga," ujar Wira juga salah satu Pemimpin Redaksi rilis.id.

Menurutnya, masyarakat perlu tahu apa yang boleh di-share dan tidak. Peran-peran media juga bisa melakukan cek fakta, self reporting karena secara sistem mereka bisa lihat akun mana yang perlu di-take down. Karena itu pentingnya Bawaslu melakukan fungsi pengawasan oleh pengawas pemilu Bawaslu dengan menggunakan Form A online.

" Juga masyarakat bisa melakukan pelaporan dengan aplikasi untuk menyampaikan melalui Whats App atau pelaporan di website Bawaslu. Untuk itu, bijaklah dalam media sosial, dan kita harus pandai serta bisa memfilter ataupun menyaring semua kemajuan teknologi tersebut," jelas salah satu Mahasiswa Magister Hukum UBL ini.

Lanjut Wira menyebutkan, contohya dalam bidang media sosial seperti yang semakin banyak dan penggunanyapun sudah menyebar di seluruh pelosok dunia. Oleh sebab itu agar jangan memberikan data-data pribadi kepada orang yang hanya anda kenal lewat jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dsb.

" Gunakan foto yang sopan, selektif dalam nenerima pertemanan, jangan berikan informasi sensitif kepada orang lain, berhati-hatilah saat mengakses media sosial di tempat umum, pahami privacy setting pada media sosial," katanya.

" Media sosial bukanlah tempat sampah, terutama bijak menggunakan media sosial, jaga informasi privasi, jaga etika berkomunikasi bijak memilih teman, jangan asal post, cari kebenaran dan cantumkan sumber, namun tetap waspada dan jangan mudah tergiur," tegas Ketua PWI Lampung Periode 2021-2026 ini.

Lebih dari itu, sambung Wira, sedangkan pemanfaatan media sosial bagi jurnalistik adalah sebagai bahan pemberitaan di media nasional dalam rangka menyampaikan informasi yang proporsional.

" Media sosial bukan lagi sesuatu hal yang asing di zaman sekarang ini, akan tetapi sudah menjadi “keharusan” yang harus dipunyai oleh setiap individu, Instansi Pemerintahan maupun Organisasi," urainya.

" Sumber Informasi dimedia sosial dapat menjadi acuan untuk melakukan kerja-kerja jurnalistik, Jurnalis tidak sekadar mengutip tanpa memastikan kredibilitas
sumber lebih jauh," papar mantan Pemred SKH Radar Lampung ini.

Maka dari itu, Wira menambahkan, fungsi jurnalistik mencakup informasi, hiburan, pendidikan, kontrol sosial, perekat sosial
secara konseptual, kelima fungsi tersebut dapat ditemukan dalam Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

" Media sosial telah terbukti menjadi sumber informasi tak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi instansi pemerintah, bahkan, akun-akun media sosial pemerintah saat ini lebih ramah menyapa masyarakat. Mereka memaksimalkannya sebagai alat untuk berinteraksi," tandasnya. (Red/Wh).

Visitor: 293