Home / Ruwa Jurai / Quick Wins Presisi, Kapolres Pesawaran Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-77
Quick Wins Presisi, Kapolres Pesawaran Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-77

Quick Wins Presisi, Kapolres Pesawaran Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-77

LAMPUNG1.COM, Pesawaran - Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.I.K., M.Si. (Han) menghadiri upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-77 Tahun 2022, sebagaimana menindaklanjuti program Quick Wins Presisi Polri, ditandai penandatanganan kerjasama dengan PGRI.

Acara bertempat di Lapangan Krida Yuana Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Jum'at (02/12/2022) Kapolres menyampaikan upacara peringatan tersebut salah satunya guna penguatan kerjasama dengan pihak eksternal dalam hal pelayanan terhadap kelompok masyarakat.

" Sehingga terwujudnya sinergitas Polri khususnya Polres Pesawaran dengan guru melalui penandatangan kerjasama Polres Pesawaran dengan PGRI dalam perlindungan Guru di Kabupaten Pesawaran," ujar AKBP Pratomo Widodo.

Kapolres juga menjelaskan, hal tersebut sebagaimana menindaklanjuti program Quick Wins Presisi Polri pada bagian 6 program tersebut pada Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-77 Tahun 2022.

" Untuk itu saya ucapkan selamat memperingati HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional Tahun 2022. Terus bentangkan layar kapal besar ini tanpa kenal lelah, dengan serempak dan serentak kita hadirkan inovasi dan transformasi, mewujudkan Merdeka Belajar di seluruh penjuru Nusantara," pungkasnya.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset, Dan Teknologi RI (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim melalui naskah pidatonya yang dibacakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bahwa
Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa.

" Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna Platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yangmau mencoba hal-hal baru, yang tidak takut untuk berinovasi,yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi," ucapnya.

Bupati Dendi melanjutkan, program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomor satukan murid dalam setiap keputusannya yang mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya, dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya.

" Inilah generasi baru kepala sekolah dan pengawas. Sekarang sudah ada 50.000 Guru Penggerak, dan tentunya kami masih akan terus mendorong agar makin banyak guru di seluruh penjuru Nusantara menjadi Guru Penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia," tandasnya. (Wahyudin).

Visitor: 120