Home / Kota Bandar Lampung / TDM Diminta Ukur Ulang GSB

TDM Diminta Ukur Ulang GSB

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung - Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, akan mengukur ulang Garis Spadan Bangunan (GSB) PT. Tunas Dwipa Matra (TDM), yang berada di Jalan ZA Pagar Alam, Pramuka, Bandar Lampung.

Pasalnya, bangunan tersebut dinilai melanggar GSB lantaran sangat mempengaruhi jarak pandang berkendara.

Demikian terungkap dalam hearing Komisi III DPRD bersama Satuan Kerja (Satker) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (BPLH), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Managemen PT.TDM di ruang kerja komisi setempat, Senin (28/11).

"Kalau dari pegamatan fisik kasat mata itu bangunan menggangu garis spadan bangunan (GSB), apalagi di wilayah tersebut merupakan kawasan padat lalulintas, wilayah tersebut juga merupakan perluasan market", ujar pimpinan rapat Agusman Arief, kemarin.

Senada diungkapkan anggota Komisi III Yuhadi, pihaknya akan turun lapangan karena melihat GSB yang dinilai melanggar.

"Kalau kita lihat dari gambar memang pas, bagus, tapi kita belum lihat realnya seperti apa, saya tanya sekarang dengan TDM, apakah setuju jika nanti ditemukan bangunan melanggar, apakah mau dan setuju kita bongkar?, Saya yakin ini melanggar GSB," jelasnya.

Politisi Golkar ini menjelaskan, jika ia hampir setiap hari melintasi jalan ZA Pagar Alam dan Pramuka. "Itu kalau kita dari kiri, dari Pagar Alam mau ke Pramuka, sangat mengganggu pandangan", ujarnya.

"Penentuan titik 0 kadang-kadang tidak sesuai degan gambar untuk GSB, titik 0 GSB itu ditentukan dari atas jalan, kalau saya anjurkan mari kita ukur ulang bersama-sama dan nanti kalau melanggar kita sama-sama bongkar di saksikan dari pihak kejaksaan," tantang Yuhadi kepada pihak TDM.

Sementara, dari pihak dishub sendiri merekomendaskan untuk PT. TDM supaya menggeser pintu masuk dari tengah ke samping.
"Kalau analisis dampak lalulintas (Andalalin), kita sudah expose pada 11 November lalu, dan kami rekomendasikan supaya menata rambu-rambu lalulintas, pintu masuk dari tengah digeser karena nantinya menimbulkan kemacetan lalu lintas yang berkepanjagan," ucap staf Disbub Hasis.

"PT. TDM sendiri, berjanji akan mengikuti rekomedasi yang dikeluarkan Dishub. Penempatan rambu-rambu masuk warning light dan yang paling pokok mengeser pintu masuk yang di tegah. Kalau masuk dari tengah macet, kemudian disamping itu harus ada rambu-rambu berhenti," terangnya.

Di sisi lain, Diana Legal Managet PT. TDM menjelaskan jika pihaknya sudah melaksanakan semua proses perizinan dari Andalalin, UKL, UPL dan lainnya. "Kalau kami semua izin kami lakukan semua sudah ada," katanya.

Senada diungkapkan Aris manager Area Raden Intan, mengatakan jika pihaknya pada dasarnya taat dan patuh akan hukum. "Kalau bangunan itu kita sub coun, ada pihak ke tiga yang mengerjakan, jadi kalau kami salah, kami pada dasarnya menginginkan bangunan itu benar dan proses perizinan sudah dilalui," tandasnya. (Jany)

Visitor: 1677